CIBUBUR, PUNGGAWANEWS – Seorang menteri aktif era Prabowo Subianto meluangkan waktu di tengah kesibukan nasional untuk hadir langsung ke area perkemahan Jambore Nasional XII. Bukan sekadar kunjungan seremonial, kedatangan Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, ke Buperta Cibubur, Jakarta, pada Minggu 16 Agustus 2026, menjadi momen emosional yang menyentuh ribuan peserta muda dari penjuru Nusantara.
Supratman hadir didampingi sang putra sulung, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI. Keduanya bukan tamu asing bagi dunia kepramukaan. Jauh sebelum berkarier di panggung nasional, keduanya telah melewati tempaan keras sebagai anggota Pramuka sejak usia Penggalang hingga Penegak.
Kunjungan itu difokuskan pada pertemuan hangat dengan peserta Jamnas dari Kontingen Daerah Sulawesi Tengah dan Kwarcab Soppeng, Sulawesi Selatan. Ada ikatan batin yang kuat di balik pilihan itu. Supratman lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Tajuncu, Kabupaten Soppeng, sebelum kemudian pindah ke Toli-toli, Sulawesi Tengah, saat memasuki jenjang SMP.
Bagi Supratman, masyarakat Sulawesi Tengah bukan sekadar konstituen. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya yang membentuknya menjadi seperti sekarang. Itulah alasan kuat yang mendorongnya untuk datang langsung menemui para peserta muda dari tanah yang pernah membesarkannya.
Yang membuat pertemuan ini semakin istimewa adalah pengakuan Supratman sebagai Purna Raimuna Nasional 1987, di mana ia mewakili kontingen Sulawesi Tengah. Tidak hanya ikut serta, ia bahkan menorehkan prestasi dengan meraih juara ketiga lomba pidato tingkat nasional pada gelaran tersebut—sebuah pencapaian yang rupanya menjadi cikal bakal kemampuan komunikasinya yang tajam hingga kini.
Supratman menyebut Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler masa sekolah. Ia menegaskan bahwa organisasi kepramukaan adalah tempat di mana dirinya benar-benar dibentuk dan digembleng. Kemampuan membangun koneksi, menyelesaikan masalah, bergaul lintas latar belakang, hingga bertahan dalam kondisi apapun—semuanya ia timba dari pengalaman berpramuka.
“Tidak ada organisasi kepemudaan yang paling lengkap membekali kita selain kepramukaan. Semua dipelajari, organisasi yang paling paripurna dibanding yang lain. Jangan pernah tinggalkan Pramuka, kalian beruntung bergabung di Pramuka,” ujarnya di hadapan para peserta yang antusias mendengarkan.
Kalimat itu bukan sekadar basa-basi pejabat. Supratman menyampaikannya dengan nada personal dan meyakinkan, seolah sedang berbicara kepada dirinya sendiri yang dulu pernah duduk di posisi yang sama dengan para peserta di hadapannya.
Sementara itu, Akbar Supratman, yang kini menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah, memiliki kisahnya sendiri dengan Pramuka. Ia aktif berpramuka sejak tinggal di Kota Palu dan pernah mengikuti seleksi Jambore tingkat daerah, meski kala itu belum berhasil lolos ke jenjang nasional.
Pengalaman tidak lolos seleksi itu justru menjadi pelajaran berharga. Akbar mengaku bahwa nilai-nilai kemandirian dan kemampuan bertahan yang ditanamkan Pramuka adalah fondasi yang membentuk kariernya hingga ke kursi parlemen.
“Pramuka mengajarkan kita kemandirian dan survive. Itu yang membuat bisa seperti sekarang, bisa mengenal banyak orang dan belajar mengedepankan etika kepada kakak-kakak,” tutur Akbar kepada para peserta.
Kehadiran dua tokoh berlatar belakang Sulawesi dalam satu kunjungan ke Jamnas XII ini menjadi pesan kuat bagi generasi muda: bahwa Pramuka bukan sekadar tenda dan api unggun, melainkan sekolah kehidupan yang hasilnya bisa terasa puluhan tahun kemudian.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Supratman dan Akbar menyiapkan kendaraan khusus bagi Kontingen Daerah Sulawesi Tengah dan Kwarcab Soppeng untuk menikmati Jakarta. Para peserta diajak berkeliling ibu kota hingga bermain dan berwisata di kawasan Ancol—pengalaman yang tentu menjadi kenangan tak terlupakan bagi anak-anak muda dari Sulawesi.
Di sela momen kebersamaan itu, keduanya menitipkan pesan yang sederhana namun bermakna. Jaga nama baik Kwarda. Dengarkan arahan pembina. Dan percayalah bahwa Pramuka akan memberikan kebahagiaan yang mungkin belum terasa sekarang, tapi akan terbukti seiring berjalannya waktu.
Sesi kunjungan ditutup dengan tanya jawab yang hidup dan sesi foto bersama yang penuh keceriaan. Para peserta tampak berbinar mendapatkan kesempatan langka: berdialog langsung dengan dua pejabat tinggi negara yang dulu sama-sama pernah menjadi anggota Pramuka seperti mereka.
Jambore Nasional XII di Buperta Cibubur berlangsung pada 13 hingga 20 Agustus 2026, mengumpulkan ribuan Pramuka dari seluruh Indonesia dalam satu kawasan perkemahan yang meriah. Kunjungan Menteri Supratman menjadi salah satu momen yang mengingatkan bahwa Pramuka adalah jembatan antar generasi—dari peserta biasa hingga pejabat negara, semuanya pernah berangkat dari titik yang sama.
FAQ
Apa yang dilakukan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Jamnas XII Cibubur?
Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas mengunjungi area perkemahan Jambore Nasional XII di Buperta Cibubur pada 16 Agustus 2026, menemui peserta dari Kontingen Sulawesi Tengah dan Kwarcab Soppeng, berbagi pengalaman kepramukaan, serta menyiapkan kendaraan untuk wisata peserta ke Ancol.
Apa hubungan Supratman Andi Agtas dengan Pramuka dan Sulawesi Tengah?
Supratman adalah alumni Raimuna Nasional 1987 yang mewakili Sulawesi Tengah dan meraih juara tiga lomba pidato nasional. Ia lahir di Soppeng dan besar di Toli-toli, serta mengaku dibentuk sepenuhnya oleh pengalaman kepramukaan sejak usia sekolah.
Siapa Abcandra Muhammad Akbar Supratman yang mendampingi kunjungan ini?
Akbar Supratman adalah putra sulung Menteri Supratman yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah. Ia juga aktif berpramuka sejak di Kota Palu dan turut menyampaikan pesan kemandirian kepada peserta Jamnas.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.