JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lima putra terbaik gerakan kepramukaan Indonesia mendapat pengakuan dunia. Dalam momen bersejarah Jambore Nasional XII 2026, kelima pramuka dari berbagai penjuru Nusantara ini menerima penghargaan bergengsi sebagai Young Baden-Powell Fellows — sebuah pengakuan internasional atas kontribusi mereka terhadap World Scout Foundation.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Mr. Thijs Stoffer, Board Member World Scout Foundation, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di tengah semarak pelaksanaan Jamnas XII 2026. Momen ini bukan sekadar seremonial — ini adalah pernyataan bahwa pramuka Indonesia kini berdiri sejajar di panggung filantropi kepramukaan global.

Penyerahan penghargaan berlangsung dengan disaksikan oleh dua tokoh kepramukaan dunia: Kak Ahmad Rusdi yang juga menjabat sebagai Board Member World Scout Foundation, serta Mr. David Berg, Secretary General of the World Organization of the Scout Movement (WOSM). Kehadiran dua tokoh penting itu menegaskan betapa seriusnya dunia kepramukaan internasional memandang kontribusi kelima pramuka Indonesia ini.

Kelima penerima penghargaan berasal dari daerah yang berbeda-beda, mencerminkan keberagaman gerakan pramuka di seluruh Indonesia. Mereka adalah Kak M. Khaidir dari Aceh, Kak M. Romli dari Jawa Timur, Kak Chevallyo dari Riau, Kak Abiyyi Yahya Hakim dari Yogyakarta, serta Kak Ashari dari Jakarta.

Nama-nama itu kini resmi menjadi bagian dari jaringan Young BP Fellows — sebuah komunitas global yang menghimpun para filantropis muda berusia di bawah 35 tahun yang berkomitmen membawa perubahan nyata melalui gerakan kepramukaan.

Young BP Fellows bukan sekadar gelar kehormatan. Ini adalah pintu masuk ke ekosistem global yang dinamis, menghubungkan para anggotanya dengan lebih dari 180 Young BP Fellows dan lebih dari 2.500 BP Fellows yang tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini dibangun di atas satu visi: bahwa kepramukaan adalah kekuatan nyata untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Keanggotaan dalam jaringan ini membawa sejumlah hak istimewa yang tak ternilai. Para Young BP Fellows menerima pin keanggotaan yang unik beserta sertifikat resmi sebagai tanda pengakuan atas kontribusi mereka. Mereka juga berhak menghadiri pertemuan tahunan BP Fellowship dengan akses program khusus Young BP Fellows dan tarif diskon yang memudahkan partisipasi.

Lebih dari sekadar simbol, keanggotaan ini membuka akses ke ruang-ruang diskusi dan kolaborasi yang sebelumnya hanya bisa diimpikan. Para anggota dapat terhubung satu sama lain melalui platform media sosial resmi, berbagi pengalaman, dan saling menginspirasi lintas negara dan budaya.

Berbagai program eksklusif juga menanti para Young BP Fellows, di antaranya Seminar Dampak Gerakan Pramuka yang membahas bagaimana kepramukaan memberikan pengaruh nyata terhadap masyarakat, serta Seri Pembicara Young BP Fellows yang menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari seluruh penjuru dunia.

Jambore Nasional XII 2026 memang bukan sekadar ajang berkemah dan berkegiatan. Gelaran yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Pramuka Nasional (Buperta) Cibubur ini telah menjadi panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya di kancah kepramukaan internasional. Pengakuan terhadap kelima pramuka ini adalah salah satu bukti paling konkret dari semangat itu.

Prestasi ini juga membawa pesan penting bagi generasi pramuka muda Indonesia: bahwa pengabdian yang tulus dan kontribusi nyata — sekecil apapun — dapat membuka pintu ke pengakuan yang melampaui batas-batas geografis. Dari Aceh hingga Jakarta, dari Riau hingga Yogyakarta, semangat BP Fellows kini hidup dalam diri putra-putri terbaik Indonesia.

Gerakan Baden-Powell Fellows sendiri telah lama menjadi tulang punggung pendanaan dan pengembangan kepramukaan global. World Scout Foundation, sebagai badan yang mengelola program ini, mengandalkan kontribusi para Fellows untuk mendukung program-program yang menjangkau jutaan pramuka di seluruh dunia — terutama di daerah-daerah yang paling membutuhkan.

Dengan bergabungnya lima nama baru dari Indonesia ke dalam jaringan ini, harapan itu kian bertumbuh. Mereka bukan hanya mewakili diri sendiri — mereka membawa semangat jutaan anggota pramuka Indonesia yang percaya bahwa kepramukaan adalah jalan untuk menjadi pemimpin sejati bagi masyarakat dan bangsa.

Penghargaan Young Baden-Powell Fellows di Jamnas XII 2026 ini bukan titik akhir. Ini adalah awal dari perjalanan panjang yang menanti kelima pramuka Indonesia — sebuah perjalanan yang kini telah mendunia.

FAQ

Apa itu Young Baden-Powell Fellows dan siapa yang berhak mendapatkannya?

Young Baden-Powell Fellows adalah penghargaan dari World Scout Foundation yang diberikan kepada para filantropis muda berusia di bawah 35 tahun atas kontribusi mereka terhadap gerakan kepramukaan global. Penerima penghargaan ini menjadi bagian dari jaringan internasional yang menghubungkan lebih dari 180 Young BP Fellows dan 2.500 BP Fellows di seluruh dunia.

Siapa lima pramuka Indonesia yang menerima penghargaan Young BP Fellows di Jamnas XII 2026?

Kelima pramuka tersebut adalah Kak M. Khaidir dari Aceh, Kak M. Romli dari Jawa Timur, Kak Chevallyo dari Riau, Kak Abiyyi Yahya Hakim dari Yogyakarta, dan Kak Ashari dari Jakarta. Penghargaan diserahkan langsung oleh Board Member World Scout Foundation pada 15 Agustus 2026.

Apa manfaat yang diperoleh setelah menjadi Young Baden-Powell Fellow?

Sebagai Young BP Fellow, anggota mendapatkan pin dan sertifikat resmi, akses ke pertemuan tahunan BP Fellowship dengan tarif diskon, koneksi dengan jaringan global pramuka, serta kesempatan mengikuti berbagai program eksklusif seperti Seminar Dampak Gerakan Pramuka dan Seri Pembicara Young BP Fellows.



Follow Widget