“Ini menjadi awal operasional koperasi desa dan kelurahan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sinjai. Kami berharap koperasi yang sama segera terbentuk di wilayah lainnya dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya.
Andi Jefrianto tak hanya berbicara tentang harapan. Ia juga memandang keberadaan koperasi di tingkat desa sebagai mesin penggerak ekonomi lokal yang selama ini sering absen dari kalkulasi pembangunan daerah. Dengan adanya wadah resmi berbasis komunitas, masyarakat desa kini memiliki platform untuk bersaing secara lebih setara dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.
“Harapan kami, koperasi ini dapat menjadi penyangga ekonomi warga karena dibangun atas dasar kebersamaan dan gotong royong. Dengan begitu, roda perekonomian desa dapat tumbuh lebih kuat,” tambahnya.
Koperasi Desa Merah Putih dirancang tidak hanya sebagai lembaga simpan-pinjam konvensional. Pemerintah memposisikannya sebagai ekosistem ekonomi terpadu yang menghubungkan petani, pedagang kecil, pengrajin lokal, dan konsumen dalam satu rantai nilai yang saling menopang. Dalam jangka panjang, keberadaan koperasi ini diharapkan bisa menekan ketergantungan desa pada tengkulak dan distribusi barang dari luar yang kerap memangkas keuntungan warga lokal.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.