“Hari ini kita resmikan operasionalisasi 1.061 koperasi. Mulai dari konsep hingga terwujud berlangsung kurang dari satu tahun. Bahkan pembangunan fisiknya dimulai sekitar November 2025,” kata Prabowo dengan nada yang mencerminkan kebanggaan sekaligus tantangan ke depan.

Pernyataan itu bukan sekadar angka. Di balik 1.061 koperasi yang kini resmi beroperasi, tersimpan ribuan jam kerja, rapat-rapat di desa, dan tekad kolektif untuk membuktikan bahwa ekonomi rakyat bisa tumbuh dari bawah — bukan hanya dari kebijakan di atas kertas.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri merupakan bagian dari arsitektur kebijakan nasional yang lebih besar. Pemerintah merancangnya sebagai tulang punggung distribusi pangan lokal, katalis pengembangan UMKM berbasis komunitas, sekaligus jembatan bagi masyarakat desa untuk mengakses pasar dan modal usaha yang selama ini terasa jauh dari jangkauan.

Di Sinjai, semangat itu disambut dengan antusias. Sekda Andi Jefrianto Asapa menyebut peluncuran KDMP sebagai momentum yang sudah lama ditunggu — sebuah kesempatan untuk membuktikan bahwa gotong royong bukan hanya slogan, melainkan fondasi nyata pembangunan ekonomi desa.