PUNGGAWANEWS – Peran Miqdad bin Amr dalam Perang Badar ternyata tak sekadar pelengkap sejarah. Di tengah ketimpangan kekuatan antara 313 pasukan Muslim melawan sekitar 1.000 tentara Quraisy, satu pernyataan tegas darinya justru menjadi titik balik yang membakar semangat pasukan. Momen ini menjadi salah satu fakta penting dalam sejarah awal Islam.

Awal Ketegangan di Perang Badar

Perang Badar terjadi pada tahun ke-2 Hijriah. Saat itu, Nabi Muhammad bersama para sahabat awalnya hanya berniat mencegat kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan.

Namun rencana berubah. Kafilah berhasil lolos, sementara pasukan besar Quraisy yang dipimpin Abu Jahal justru datang dengan kekuatan penuh. Kaum Muslimin yang minim persiapan dihadapkan pada pilihan sulit: maju atau mundur.

Dalam situasi genting ini, Nabi Muhammad menggelar musyawarah. Sejumlah sahabat seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab menyatakan kesiapan mereka untuk berperang. Namun Nabi masih meminta pendapat lain.



Follow Widget