Kepada para mahasiswa yang hadir, ia menitipkan pesan yang tegas sekaligus membangkitkan semangat. Generasi muda, kata dia, tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus perubahan dan pembangunan yang terus bergerak.
“Jadilah agen perubahan. Jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Tingkatkan skill, pengetahuan, dan attitude yang baik dalam meniti karier. Beranilah bermimpi besar, karena kunci kesuksesan ada pada kerja keras, kejujuran, dan semangat pantang menyerah,” tegasnya.
Pesan itu terasa relevan di tengah realitas yang dihadapi mahasiswa hari ini — pasar kerja yang semakin ketat, transformasi digital yang tidak menunggu, dan persaingan yang tidak lagi mengenal batas wilayah. Sinjai mungkin jauh dari pusat metropolitan, tetapi mahasiswanya dituntut untuk bersaing dalam arena yang sama dengan rekan-rekan mereka di kota-kota besar.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, berbagai Organisasi Otonom Muhammadiyah se-Kabupaten Sinjai, serta jajaran pimpinan UIAD Sinjai. Kehadiran yang lengkap ini mencerminkan betapa seriusnya semua pihak dalam menjadikan momen ini sebagai titik tolak, bukan sekadar seremoni tahunan.
Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia memang tak pernah jauh dari dunia pendidikan. Ribuan sekolah dan ratusan perguruan tinggi tersebar di seluruh nusantara — dan UIAD Sinjai adalah satu dari simpul-simpul penting jaringan pendidikan itu di wilayah timur Indonesia.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.