SINJAI, PUNGGAWANEWS – Anthonie Spilkam Mona meninggalkan Sinjai dengan kenangan yang tidak mudah terlupakan. Ketua Pengadilan Negeri Sinjai itu resmi berpamitan setelah mendapat mutasi tugas ke Pengadilan Negeri Kepanjen, Malang, Jawa Timur—sebuah perpindahan yang disambut dengan malam perpisahan penuh kehangatan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Senin malam, 12 Oktober 2026.
Suasana malam itu tidak sekadar seremonial. Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, tampil dengan sambutan yang menyentuh, mengenang sosok Anthonie bukan hanya sebagai mitra kelembagaan, tetapi juga sebagai pribadi yang meninggalkan jejak nyata selama memimpin lembaga peradilan di kabupaten yang terletak di pesisir timur Sulawesi Selatan itu.
Malam pamit tersebut dihadiri oleh deretan pejabat penting daerah. Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sinjai, Rozalina A. Mahyanto. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Sinjai turut memadati pendopo, menjadi saksi momen perpisahan yang berlangsung khidmat namun hangat.
Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Anthonie selama mengemban tugas di Sinjai. Ia menegaskan bahwa pengabdian yang telah ditorehkan bukan sesuatu yang mudah digantikan begitu saja.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang tinggi dalam memimpin Pengadilan Negeri Sinjai,” ujar Ratnawati dalam sambutannya.
Bupati perempuan pertama Sinjai itu juga menyinggung soal harapan terhadap kesinambungan kinerja. Bagi Ratnawati, capaian yang telah diraih di bawah kepemimpinan Anthonie seharusnya menjadi pijakan, bukan titik akhir.
“Prestasi yang beliau raih mudah-mudahan bisa terus dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya,” katanya.
Di balik hubungan kelembagaan yang formal, ada dimensi personal yang turut diungkap Ratnawati dalam malam perpisahan itu. Ia mengenang Anthonie sebagai sosok yang memiliki antusiasme tinggi terhadap —sebuah sisi lain dari seorang hakim yang kerap diasosiasikan dengan formalitas dan ketenangan ruang sidang.
“Saya pribadi punya banyak kenangan tersendiri dengan beliau. Beliau ini pencinta ,” ungkap Ratnawati, yang disambut senyum para hadirin.
Kesan serupa juga dirasakan dari sisi Anthonie sendiri. Kepada hadirin yang memenuhi pendopo, ia menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya bertugas. Baginya, masa pengabdian di Sinjai meninggalkan kenangan yang tak mudah dilupakan.
Anthonie juga menyisipkan pesan yang lebih dari sekadar ucapan perpisahan. Ia berharap dukungan dan koordinasi yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah dan Pengadilan Negeri Sinjai tidak berhenti bersamanya, melainkan terus mengalir kepada pemimpin yang akan menggantikan posisinya.
“Mohon izin kami pamit. Mohon Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati untuk terus memberikan dukungan kepada kepemimpinan berikutnya di Pengadilan Negeri Sinjai,” tutur Anthonie dalam ucapan penutupnya yang sederhana namun penuh makna.
Tongkat kepemimpinan Pengadilan Negeri Sinjai selanjutnya akan beralih ke tangan Suci Astri Pramawati. Sebelum memegang jabatan ketua, ia telah lebih dahulu mengabdi di lembaga yang sama sebagai Wakil Ketua PN Sinjai—sebuah transisi yang dianggap mulus karena figur yang menggantikan sudah memahami betul seluk-beluk institusi tersebut.
Sebagai penghormatan atas perjalanan pengabdian Anthonie di Sinjai, Bupati Ratnawati, Wakil Bupati Andi Mahyanto, serta para pejabat yang hadir menyerahkan cenderamata kepada Anthonie beserta istrinya. Gestur sederhana itu menjadi penutup yang hangat dari sebuah ikatan kerja yang selama ini dibangun di atas kepercayaan dan kolaborasi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sinjai, momen perpisahan ini bukan sekadar pelepasan seorang pimpinan lembaga peradilan. Ini adalah pengingat betapa penting dan strategisnya hubungan antara eksekutif daerah dengan institusi yudikatif dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik di tingkat lokal.
Koordinasi yang solid antara Pemkab Sinjai dan Pengadilan Negeri Sinjai selama ini telah berkontribusi pada penyelenggaraan layanan hukum yang lebih baik bagi masyarakat. Harapan itu pula yang ingin dijaga memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Suci Astri Pramawati.
Mutasi hakim dan pimpinan pengadilan memang merupakan hal lumrah dalam sistem peradilan Indonesia. Mahkamah Agung secara berkala melakukan rotasi untuk menjaga independensi dan penyegaran kepemimpinan di berbagai tingkatan pengadilan, dari sabang hingga merauke.
Namun di balik rutinitas administratif itu, selalu ada cerita manusia yang tertinggal—tentang hubungan yang terjalin, kepercayaan yang dibangun, dan kontribusi yang melampaui sekadar angka dan statistik kinerja lembaga. Anthonie Spilkam Mona, dengan segala kenangan yang ditinggalkannya di Sinjai, adalah salah satu cerita itu.
Kini, perjalanan baru menantinya di Kepanjen, Malang. Sementara Sinjai bersiap menyambut babak baru dalam sejarah Pengadilan Negerinya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.