Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, JAKARTA — Di tengah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara yang digulirkan pemerintah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memilih jalan berbeda. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan seluruh jajarannya tetap wajib hadir secara fisik di kantor maupun di lapangan, tanpa pengecualian.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Dody menjelaskan bahwa Kementerian PU bukan sekadar lembaga yang mengurusi pembangunan gedung dan jalan, melainkan juga menjadi salah satu garda terdepan dalam penanggulangan bencana nasional. Kementeriannya merupakan bagian integral dari tim utama penanganan darurat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai penjuru Indonesia.

Peran strategis itulah yang menjadi dasar pertimbangan utama mengapa sistem kerja jarak jauh dinilai tidak relevan diterapkan di institusinya. Ketika bencana datang, respons cepat dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci, dan itu hanya bisa dilakukan secara optimal jika seluruh personel berada dalam posisi siaga penuh.

Situasi di lapangan semakin memperkuat keyakinan Dody atas keputusan tersebut. Sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, masih bergulat dengan banjir dan ancaman longsor. Bahkan di Deli Serdang, bencana tanah longsor dilaporkan menelan korban jiwa, sebuah fakta yang semakin menggarisbawahi pentingnya kehadiran langsung jajaran kementerian di lokasi terdampak.

Kebijakan tanpa WFH ini berlaku menyeluruh, mencakup semua unit kerja baik di tingkat pusat maupun daerah, mengingat sifat operasional Kementerian PU yang tidak bisa dijalankan dari balik layar komputer rumahan.

Kendati demikian, Dody memastikan penolakan terhadap WFH tidak berarti kementeriannya mengabaikan arahan Presiden Prabowo Subianto soal efisiensi dan efektivitas kerja aparatur negara. Langkah penghematan tetap dijalankan melalui cara-cara yang lebih kontekstual, seperti pemangkasan konsumsi listrik dan penggunaan pendingin ruangan setelah jam kerja usai, serta memaksimalkan sirkulasi udara alami di ruang-ruang yang memungkinkan.

Bagi Dody, efisiensi sejati bukan semata soal di mana pegawai bekerja, melainkan soal bagaimana mereka bekerja dan seberapa besar kontribusi nyata yang bisa diberikan kepada masyarakat dan negara. Dengan formula itu, ia optimistis Kementerian PU tetap mampu memberikan penghematan anggaran yang berarti, sekalipun seluruh pegawainya harus tetap berjibaku langsung di kantor dan di tengah medan bencana.



Follow Widget