Summarize the post with AI
“Bahan baku utama kami adalah tembakau dan cengkeh lokal. Jika standar terlalu rendah, ini akan sulit dipenuhi oleh karakter alami bahan baku,” kata Henry dalam keterangannya, Rabu, 15 April 2026.
GAPPRI juga menyoroti dampak kebijakan terhadap komoditas cengkeh. Menurut Henry, cengkeh merupakan unsur penting dalam kretek yang turut memengaruhi kadar tar. Pembatasan yang terlalu ketat, kata dia, dinilai dapat mengurangi penggunaan cengkeh dan mengubah karakter produk kretek yang telah lama dikenal di pasar.
Ia menambahkan, perubahan tersebut berpotensi menggerus kearifan lokal sekaligus berdampak pada petani cengkeh yang menggantungkan hidup dari rantai pasok industri tersebut.
Di sisi lain, GAPPRI mengingatkan bahwa Indonesia telah memiliki standar nasional melalui Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk SNI 8676:2019 tentang rokok kretek yang disusun oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.