Pernyataan itu bukan sekadar laporan birokratis. Di sekitar Masjid Nabawi, pengakuan serupa mengalir langsung dari jemaah. Lila Kholilah, asal Indramayu, Jawa Barat, mengaku puas dengan makanan dan kondisi kamar yang ia tempati selama di Madinah.
“Untuk makanan alhamdulillah kita suka, enak. Kamar juga alhamdulillah bersih, kamar mandi juga sudah cukup memuaskan,” ujarnya. Ia juga menyebut lokasi hotel yang strategis, dekat dengan Masjid Nabawi, sebagai nilai tambah.
Tahun ini, sebanyak 118 hotel untuk jemaah Indonesia ditempatkan di kawasan Markaziyah, dalam radius dekat masjid. Kebijakan itu tampaknya berbuah kepuasan nyata di lapangan.
Renah, jemaah asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, turut mengungkapkan hal senada. Bagi dia, kenyamanan hotel dan kualitas makanan selama di Madinah melampaui ekspektasi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.