JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Ribuan Pramuka Penggalang dari seluruh penjuru Indonesia mengisi hari kedua Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 dengan kegiatan yang jauh dari sekadar upacara dan apel. Di kawasan Taman Lebah, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu 16 Agustus 2026, para peserta larut dalam pengalaman belajar yang memadukan teknologi masa depan dan kearifan alam.

Empat kegiatan utama menjadi magnet hari itu: EO , Komputing AI, produksi madu, dan energi terbarukan. Keempatnya dirancang bukan sekadar mengisi jadwal, melainkan membentuk karakter sekaligus membuka cakrawala pengetahuan generasi muda yang kelak akan mewarisi bangsa ini.

Taman Lebah menjadi panggung yang tepat untuk misi itu. Di sinilah ribuan tenda berdiri, ribuan langkah anak muda bergerak, dan ribuan rasa ingin tahu mendapat jawabannya—tidak di dalam kelas, tapi di tengah lapangan terbuka di bawah langit Agustus.

EO menjadi pembuka yang menghangatkan suasana. Peserta tidak hanya berlomba, mereka diajak memahami bahwa bukan soal menang atau kalah, melainkan soal bagaimana seseorang berdiri setelah jatuh dan bagaimana satu tim menjaga satu sama lain. Kegiatan ini membangun fondasi kebersamaan yang menjadi roh dari seluruh rangkaian Jamnas.

Namun, yang paling menyedot perhatian adalah sesi Komputing AI. Di era ketika kecerdasan buatan mulai menyentuh hampir setiap sendi kehidupan—dari layanan kesehatan hingga pertanian—para Pramuka Penggalang mendapat kesempatan langka: berkenalan langsung dengan teknologi yang selama ini hanya mereka dengar dari cerita guru atau layar ponsel.

Sesi ini bukan kuliah formal. Peserta diajak menjajal, bertanya, bahkan mencoba sendiri bagaimana AI bekerja. Bagi sebagian besar dari mereka yang berasal dari daerah-daerah yang jauh dari pusat teknologi, pengalaman ini menjadi pintu pertama menuju dunia digital yang selama ini terasa asing.

Setelah dunia digital, peserta berpindah ke dunia yang lebih dekat dengan alam: produksi madu. Di sinilah Taman Lebah benar-benar hidup sesuai namanya. Para peserta diperkenalkan pada siklus hidup lebah, proses pengumpulan nektar, hingga tahap pengolahan madu yang dilakukan secara alami dan berkelanjutan.

Bukan hanya soal teknik, kegiatan ini menyisipkan pesan yang lebih dalam: bahwa alam memiliki sistemnya sendiri yang harus dijaga, bukan dieksploitasi. Lebah, makhluk kecil yang kerap diabaikan, ternyata memegang peran vital dalam keseimbangan ekosistem bumi.

Melengkapi hari yang padat itu, sesi energi terbarukan membawa peserta ke diskusi tentang masa depan planet. Mereka belajar bagaimana sumber energi seperti matahari dan angin bisa dimanfaatkan tanpa melukai bumi. Bagi generasi yang akan mewarisi perubahan iklim sebagai salah satu tantangan terberat abad ini, pengetahuan ini bukan pilihan—ini kebutuhan.

Keseluruhan kegiatan di Taman Lebah berlangsung dengan antusias yang tidak dibuat-buat. Peserta bergerak dari satu pos ke pos berikutnya dengan semangat yang terjaga, berinteraksi lintas daerah, berbagi cerita, dan membangun persahabatan yang—seperti semua hal terbaik dalam hidup— paling subur justru di luar ruang kelas.

Jamnas XII 2026, yang digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Wiladatika Cibubur pada 13 hingga 20 Agustus 2026, memang dirancang dengan semangat yang lebih dari sekadar pertemuan akbar tahunan. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka memposisikan Jamnas tahun ini sebagai laboratorium besar pembentukan karakter, di mana setiap kegiatan adalah percobaan dan setiap peserta adalah hasilnya.

Perpaduan antara teknologi digital dan kesadaran lingkungan yang dihadirkan pada hari kedua ini mencerminkan visi besar itu. Pramuka tidak dididik untuk sekadar mahir berkemah atau membuat simpul tali—mereka disiapkan untuk memahami AI, peduli pada lebah, dan berpikir tentang energi yang tidak akan habis dimakan zaman.

Di akhir hari, ketika matahari mulai condong ke barat dan bayangan tenda memanjang di hamparan Bumi Perkemahan Cibubur, yang tertinggal bukan hanya kelelahan fisik. Ada sesuatu yang diam-diam mengendap di dalam diri ribuan peserta itu: kesadaran bahwa menjadi Pramuka di abad ke-21 berarti siap berdiri di persimpangan antara alam dan teknologi—dan mampu merawat keduanya.

Jamnas XII 2026 masih menyisakan beberapa hari ke depan. Tetapi hari kedua ini sudah menitipkan pesan yang cukup keras: generasi penerus bangsa sedang berlatih, dan mereka serius.

FAQ

Apa saja kegiatan yang diikuti peserta Jamnas XII 2026 pada hari kedua?
Pada hari kedua, 15 Agustus 2026, peserta mengikuti empat kegiatan utama di kawasan Taman Lebah: EO , Komputing AI, produksi madu, dan energi terbarukan.

Mengapa sesi Komputing AI diadakan dalam Jambore Nasional Pramuka?
Sesi ini dihadirkan untuk memperkenalkan peserta pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin relevan di era digital, sekaligus membuka akses pengetahuan teknologi bagi peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Kapan dan di mana Jambore Nasional XII 2026 diselenggarakan?
Jamnas XII 2026 diselenggarakan di Bumi Perkemahan Pramuka Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, pada 13 hingga 20 Agustus 2026.



Follow Widget