Penghargaan ini bukan sekadar simbol. Ia adalah pengakuan atas perjalanan panjang para pembina dan pengurus yang kerap bekerja tanpa sorotan, namun menjadi tulang punggung roda organisasi kepramukaan di seluruh pelosok negeri.
Usai upacara, suasana Buperta Cibubur berubah warna. Ribuan peserta yang tadinya berdiri tegap dalam barisan upacara kini bersiap tampil dalam Festival Budaya atau Karnaval Budaya Jamnas XII — sebuah perayaan keberagaman yang menjadi salah satu puncak rangkaian acara.
Satu per satu kontingen dari masing-masing Kwartir Daerah unjuk diri dengan mengenakan pakaian adat khas daerahnya. Dari ujung barat Sabang hingga timur Merauke, keberagaman busana tradisional, ornamen khas, dan identitas budaya daerah hadir dalam satu helatan yang memukau. Tidak ada yang lebih menonjol, tidak ada yang tenggelam — semuanya bersanding dengan bangga.
Karnaval ini jauh melampaui sekadar parade busana adat. Para peserta membawa serta cerita, tradisi, dan semangat dari kampung halaman mereka masing-masing. Setiap langkah dalam karnaval adalah jembatan yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lain, satu suku dengan suku lain, satu generasi muda dengan generasi muda lainnya dari ujung ke ujung nusantara.
Yang membuat Jamnas XII semakin istimewa adalah kehadiran delegasi internasional. Tujuh negara sahabat — Sri Lanka, Mauritius, Australia, Timor-Leste, Malaysia, Taiwan, dan Brunei Darussalam — turut serta meramaikan perhelatan akbar ini. Kehadiran mereka bukan hanya memperkaya suasana, tetapi juga memperluas cakrawala pergaulan para peserta muda Indonesia di panggung kepramukaan internasional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.