Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, TEHERAN – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis rekaman peluncuran rudal balistik jarak menengah Khoramshahr-4 yang diklaim ditargetkan ke jantung kota Tel Aviv, Israel, Kamis (5/3/2026) dini hari.

Dalam video berdurasi singkat yang dipublikasikan oleh IRGC, tampak proyektil besar meluncur menembus kegelapan malam dengan pancaran api menyilaukan dari mesin pendorongnya. Lokasi peluncuran tidak disebutkan secara spesifik dalam pernyataan resmi Teheran, namun sumber militer menyebut rudal tersebut sebagai salah satu sistem persenjataan tercanggih yang kini dimiliki Republik Islam Iran.

Bagian dari Operasi Balasan Gelombang Ke-19

IRGC mengonfirmasi bahwa peluncuran rudal balistik berat tersebut merupakan bagian dari operasi “True Promise 4” gelombang ke-19, yang digambarkan sebagai respons terhadap serangkaian serangan yang dilakukan koalisi Israel dan Amerika Serikat terhadap kepentingan Iran.

Menurut keterangan resmi pasukan elit Iran tersebut, setiap rudal Khoramshahr-4 yang ditembakkan membawa hulu ledak (warhead) dengan bobot mencapai 1 ton, dirancang untuk menghantam sasaran-sasaran strategis di pusat Tel Aviv. Apabila klaim ini akurat, maka aksi tersebut menandai eskalasi baru dalam penggunaan senjata balistik jangka jauh oleh Teheran.

Spesifikasi Teknis Khoramshahr-4

Khoramshahr-4 merupakan generasi terbaru dari keluarga rudal balistik Khoramshahr yang dikembangkan Iran. Berbeda dengan pendahulunya, varian ini dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan udara modern seperti Iron Dome dan David’s Sling milik Israel.

Berikut spesifikasi utama rudal ini:

  • Jangkauan maksimal: hingga 2.000 kilometer, mampu menjangkau berbagai target strategis di seluruh Timur Tengah
  • Dimensi fisik: panjang sekitar 13 meter dengan diameter 1,5 meter
  • Berat total: mencapai 20 ton saat diluncurkan
  • Kapasitas hulu ledak: hingga 1.500 kilogram — daya hancur yang signifikan dibandingkan rudal sekelas lainnya

Teknologi Bahan Bakar Cair dan Mobilitas Tinggi

Salah satu inovasi kunci pada Khoramshahr-4 adalah penggunaan bahan bakar cair yang dapat disimpan dalam jangka panjang (storable liquid fuel). Teknologi ini memungkinkan bahan bakar tetap stabil di dalam tangki rudal selama bertahun-tahun tanpa degradasi atau korosi, sehingga waktu persiapan peluncuran dapat dipersingkat hingga hanya sekitar 12 menit — faktor krusial dalam kondisi pertempuran.

Untuk meningkatkan daya tahan terhadap serangan pendahuluan musuh, Iran mengintegrasikan dua platform peluncuran:

  1. TEL (Transporter Erector Launcher) – kendaraan peluncur mobile dengan sistem multiporos yang memungkinkan rudal dipindahkan dan ditembakkan dari berbagai lokasi secara fleksibel
  2. Silo bawah tanah – dilengkapi struktur beton berlapis yang dirancang tahan terhadap serangan bom penetrator

Kombinasi sistem ini membuat rudal Khoramshahr-4 sangat sulit dilacak dan dinetralisir sebelum peluncuran, memberikan Iran keunggulan taktis dalam skenario konflik skala penuh.

Respons Internasional dan Ancaman Eskalasi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen mengenai apakah rudal tersebut berhasil mencapai sasaran atau berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel. Pihak Israel dan Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim IRGC.

Namun, para analis militer memperingatkan bahwa penggunaan rudal balistik berat dengan muatan sebesar 1 ton ke area padat penduduk seperti Tel Aviv dapat memicu respons balasan yang lebih keras, berpotensi menjerumuskan kawasan ke dalam konflik terbuka berskala regional.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________