Belarus adalah anggota dari blok ekonomi Eurasia yang juga mencakup Rusia, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan. Ratifikasi I-EAEU FTA berarti Indonesia berpotensi mendapatkan akses ke pasar dengan lebih dari 180 juta konsumen sekaligus.
Tidak hanya di bidang ekonomi dan industri, pertemuan ini juga menyentuh dimensi sumber daya manusia. Indonesia dan Belarus membahas program pengiriman pelajar dan tenaga profesional ke berbagai institusi pendidikan dan kesehatan di Belarus, yang dikenal memiliki standar cukup tinggi, khususnya di bidang kedokteran.
Indonesia menyampaikan harapan agar program pertukaran ini diperluas ke bidang-bidang yang menjadi fokus Presiden Prabowo, terutama Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM. Investasi pada sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi dipandang sebagai kunci daya saing bangsa dalam jangka panjang.
Pertemuan Airlangga dan Ryzhenkov ini menandai babak baru hubungan Indonesia-Belarus yang selama ini relatif belum banyak tersorot. Dengan roadmap yang tengah dimatangkan, kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia akan menjadi momen bersejarah yang diharapkan mengubah pola hubungan bilateral kedua negara menjadi lebih konkret, terstruktur, dan saling menguntungkan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.