Di sektor industri, pembicaraan bergerak ke wilayah yang lebih strategis. Kedua menteri mendorong kerja sama di bidang kendaraan listrik dan semikonduktor — dua industri yang tengah menjadi prioritas transformasi ekonomi Indonesia di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Belarus juga dikenal sebagai salah satu produsen dan pemilik cadangan pupuk potash terbesar di dunia. Potensi pasokan pupuk dari Minsk ini sangat relevan bagi Indonesia yang tengah serius memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengembangkan industri hilir pertanian.

Kerja sama di bidang pupuk potash selaras dengan visi besar pemerintah Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada impor bahan-bahan strategis pertanian. Dengan cadangan melimpah yang dimiliki Belarus, kolaborasi ini bisa menjadi terobosan nyata dalam menjamin ketersediaan pupuk bagi petani Indonesia.

Satu lagi agenda yang memperkaya spektrum kerja sama adalah perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA). Kedua pihak membahas perkembangan proses ratifikasi kesepakatan tersebut, yang jika rampung akan membuka akses pasar yang jauh lebih luas bagi produk-produk Indonesia ke kawasan Eurasia.