Impor non-migas berkontribusi terbesar dengan nilai US$ 16,04 miliar, tumbuh 1,54% secara tahunan. Sementara impor migas tercatat US$ 3,17 miliar, naik 1,34% dalam periode yang sama. Kenaikan di dua segmen ini menjaga total impor tetap positif meski tekanan di sisi konsumsi cukup nyata.
Kondisi ini menjadi sinyal yang patut dicermati, terutama bagi pelaku industri otomotif dan elektronik yang sangat bergantung pada arus impor komponen dan produk jadi. Apakah penurunan ini bersifat sementara ataukah merupakan awal dari tren yang lebih panjang, jawaban itu kemungkinan baru akan terlihat jelas pada data kuartal berikutnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.