Namun kendaraan bukan satu-satunya komoditas yang tertekan. Ateng turut mencatat penurunan impor mesin dan peralatan elektrik (HS 85) yang bahkan lebih dalam, mencapai 50,93% secara tahunan. Sementara itu, produk farmasi (HS 30) juga tidak luput dari koreksi dengan penurunan sebesar 18,3%.

Ketiga komoditas ini masuk dalam kategori barang konsumsi, yang secara keseluruhan mencatatkan penurunan 10,81% secara year-on-year pada Maret 2026. Pola ini mencerminkan tekanan yang meluas di berbagai segmen konsumsi, bukan sekadar anomali di satu sektor.