Meski demikian, Ateng belum bersedia mengungkap faktor-faktor yang mendasari penurunan tersebut. Tidak ada penjelasan resmi apakah pelemahan ini dipicu oleh perubahan kebijakan impor, perlambatan daya beli masyarakat, ataukah pergeseran preferensi konsumen menuju produk lokal.
Di sisi lain, gambaran impor secara keseluruhan justru menunjukkan arah yang berbeda. Total nilai impor Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar US$ 19,21 miliar, naik 1,51% dibanding Maret tahun sebelumnya. Artinya, meski barang konsumsi melemah, ada segmen lain yang menopang pertumbuhan impor secara agregat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.