PUNGGAWANEWS – Ancaman siber di Indonesia kini memasuki fase yang jauh lebih berbahaya dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI) sebagai alat baru para peretas. Teknologi AI dimanfaatkan untuk membuat deepfake, mencuri identitas, hingga membobol rekening bank secara massal. Data terbaru menunjukkan 89 persen perusahaan di Indonesia masih rentan menghadapi serangan modern. Di tengah pesatnya transformasi digital, edukasi dan kesadaran keamanan siber menjadi benteng utama melindungi data dan sistem keuangan masyarakat.

Selengkapnya Baca : Pakar Keamanan Siber: 89% Perusahaan Indonesia Belum Siap Hadapi Ancaman AI