JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari 151 ribu jemaah haji Indonesia telah menginjakkan kaki di Tanah Suci hingga hari ke-25 penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah. Angka ini terus bertambah seiring gelombang keberangkatan yang masih berlangsung dari berbagai embarkasi di seluruh Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kemenhaj pada Jumat, 15 Mei 2026. Ia menyebut total 392 kelompok terbang atau kloter dengan 151.382 jemaah beserta 1.563 petugas haji telah berhasil tiba di Makkah.

Sementara dari sisi keberangkatan, angkanya bahkan lebih besar. Sebanyak 411 kloter membawa 158.978 jemaah dan 1.641 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Selisih antara jumlah yang berangkat dan yang telah tiba mencerminkan proses perjalanan yang masih berjalan secara bertahap dan terorganisasi.

Tidak semua jemaah masuk melalui jalur yang sama. Maria menambahkan bahwa sebanyak 140 kloter dengan total 53.705 jemaah beserta 561 petugas tercatat masuk melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Sisanya menggunakan jalur Madinah sebagai pintu masuk pertama ke Arab Saudi sebelum bergerak menuju Makkah untuk menunaikan ibadah.

Pemilihan jalur masuk—apakah melalui Jeddah atau Madinah—umumnya ditentukan berdasarkan jadwal dan skema keberangkatan yang telah diatur oleh pemerintah bersama maskapai penerbangan. Jemaah yang masuk lebih awal biasanya diarahkan ke Madinah untuk melaksanakan ibadah arbain, yakni shalat berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi, sebelum bertolak ke Makkah.

Di luar jemaah haji reguler, Kemenhaj juga memantau kehadiran jemaah haji khusus yang berangkat melalui jalur penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). Hingga tanggal yang sama, tercatat 11.087 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi dan tengah menjalani rangkaian persiapan ibadah.

Haji khusus berbeda dari haji reguler dalam hal biaya, layanan, dan kuota. Jemaah haji khusus umumnya mendapatkan fasilitas lebih eksklusif dengan waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibanding jemaah reguler yang kerap harus mengantre bertahun-tahun lamanya.

Proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini berlangsung dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama berangkat langsung menuju Madinah, sementara gelombang kedua diarahkan ke Makkah via Jeddah. Pola ini sudah diterapkan selama bertahun-tahun dan dirancang untuk mendistribusikan beban kedatangan secara lebih merata.

Indonesia merupakan negara dengan kuota haji terbesar di dunia. Tahun ini, total kuota yang diberikan Arab Saudi kepada Indonesia mencapai ratusan ribu jemaah, menjadikan pengelolaan keberangkatan dan kedatangan sebagai operasi logistik skala besar yang melibatkan ribuan petugas dari berbagai instansi.

Kemenhaj bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan berbagai kementerian terkait terus berkoordinasi untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan yang layak sejak dari embarkasi hingga tiba di Tanah Suci. Pemantauan dilakukan secara real-time, termasuk kondisi kesehatan jemaah yang menjadi perhatian utama mengingat cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem pada musim haji.

Suhu di Makkah dan sekitarnya pada musim haji kerap mencapai 40 derajat Celsius atau lebih, sehingga jemaah—terutama yang berusia lanjut—diwajibkan menjaga kondisi fisik dan mengikuti arahan petugas kesehatan yang disiagakan di setiap sektor pemondokan.

Dengan lebih dari separuh total jemaah yang ditargetkan sudah berada di Arab Saudi, puncak ibadah haji pada 9 Dzulhijjah di Padang Arafah kian mendekat. Seluruh jemaah diharapkan telah berada di posisi masing-masing dan dalam kondisi prima saat wukuf—rukun haji yang paling utama—berlangsung.

FAQ

Berapa jumlah jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Arab Saudi per 15 Mei 2026?

Hingga 15 Mei 2026 atau hari ke-25 penyelenggaraan haji 1447 H, sebanyak 151.382 jemaah reguler dan 11.087 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi.

Apa perbedaan jemaah haji yang masuk melalui Jeddah dan Madinah?

Jemaah yang masuk melalui Madinah biasanya dijadwalkan lebih awal untuk menjalankan ibadah arbain di Masjid Nabawi, sedangkan jemaah via Jeddah langsung menuju Makkah untuk persiapan puncak ibadah haji.

Apa itu jemaah haji khusus dan bagaimana perbedaannya dengan jemaah reguler?

Jemaah haji khusus berangkat melalui penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) dengan biaya lebih tinggi, fasilitas lebih eksklusif, dan waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibanding jalur haji reguler.