Kolaborasi dengan industri juga tetap diperlukan, namun tidak boleh mengorbankan esensi akademik. Kampus tetap harus menjadi ruang bebas untuk eksplorasi ilmu dan pemikiran kritis.
Evaluasi berkala juga disarankan sebagai mekanisme kontrol. Dengan pendekatan ini, prodi yang dinilai kurang relevan masih memiliki kesempatan untuk berbenah sebelum diambil keputusan ekstrem.
Kebijakan Masih Perlu Pendalaman
Hingga kini, wacana penutupan prodi masih dalam tahap kajian. Namun, reaksi keras dari akademisi menunjukkan bahwa kebijakan ini membutuhkan pendekatan lebih hati-hati.
Susanto menegaskan bahwa transformasi adalah kunci utama. Menurutnya, pemerintah seharusnya memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk beradaptasi, bukan langsung melakukan eliminasi.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.