Susanto menyebut, ukuran seperti gaji awal atau masa tunggu kerja 6–12 bulan pertama tidak cukup mencerminkan kualitas pendidikan. Ia menekankan pentingnya melihat transferable skills, seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan adaptasi.
“Jika hanya melihat serapan kerja jangka pendek, maka banyak nilai strategis pendidikan tinggi akan terabaikan,” ujarnya.
Tujuh Fakta yang Jadi Sorotan Akademisi
Asadiktisi mengungkap sejumlah fakta dan alasan mengapa rencana penutupan prodi perlu dikaji ulang secara mendalam.
Pertama, kebijakan ini berpotensi mereduksi mandat universitas. Fokus berlebih pada industri dapat menggeser peran kampus dari pusat pengembangan ilmu menjadi sekadar lembaga pelatihan kerja.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.