Industri pengolahan kembali tampil sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto dan tumbuh 5,04 persen secara tahunan. Menurut Amalia, kinerja tersebut didorong oleh dua mesin utama: permintaan domestik yang kuat dan ekspor yang terus menggeliat.
Dalam tubuh industri pengolahan, sejumlah subsektor mencatat lompatan yang mengesankan. Industri makanan dan minuman tumbuh 7,04 persen, ditopang oleh lonjakan permintaan selama momentum Ramadan dan Idulfitri, peningkatan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) ke pasar internasional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.