“Jika seluruh guru direkrut melalui satu sistem nasional melalui CPNS, maka distribusi tenaga pendidik, pengembangan kompetensi, serta kesejahteraan guru akan lebih terukur dan berkeadilan,” kata Lalu.
Sebelum reformasi besar itu bisa diwujudkan, Lalu menuntut langkah menengah yang tidak bisa ditunda: evaluasi menyeluruh kebutuhan guru nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah diminta menghitung ulang secara akurat jumlah guru yang dibutuhkan di seluruh pelosok negeri, baik dari kalangan ASN maupun Non-ASN.
Tanpa data yang valid dan terkini, kebijakan apapun yang dikeluarkan pemerintah berpotensi meleset dari sasaran. Guru di daerah terpencil tetap kekurangan, sementara rekrutmen baru berjalan tanpa peta yang jelas.
“Negara harus hadir memastikan kebijakan pengelolaan guru tidak menimbulkan ketidakpastian dan tidak berdampak buruk terhadap masa depan para pendidik,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.