DENPASAR, PUNGGAWANEWS – Abdul Mu’ti turun langsung ke ruang kelas. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu memilih bukan sekadar berkunjung secara seremonial, melainkan duduk bersama murid-murid kelas 4 SDN 6 Sumerta, Denpasar, Bali, dan menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak usia sekolah dasar itu belajar menyusun kalimat sederhana dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
Kunjungan itu berlangsung dalam suasana yang jauh dari kesan protokoler. Para murid diajak mengenali fungsi kata hubung, menyusun kalimat secara aktif, menjawab pertanyaan, hingga menyampaikan pendapat di depan kelas. Bagi Mu’ti, momen itu bukan hanya kunjungan lapangan biasa—melainkan gambaran nyata dari pendekatan yang tengah ia dorong di seluruh ruang kelas Indonesia: pembelajaran mendalam atau deep learning.
Konsep ini bukan hal baru di dunia pendidikan, namun penerapannya di tingkat sekolah dasar masih menjadi tantangan tersendiri. Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan yang baik tidak cukup hanya membuat murid menghafal materi. Peserta didik perlu benar-benar memahami apa yang mereka pelajari, lalu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran aktif dan menyenangkan, menurutnya, adalah kunci agar anak-anak tidak hanya duduk pasif di kursi mereka. Ketika murid terlibat langsung—bertanya, menjawab, berdebat kecil soal contoh kalimat—proses pemahaman berjalan jauh lebih efektif dibanding sekadar mencatat dari papan tulis.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.