PUNGGAWANEWS, BOGOR – Penguatan sektor peternakan tidak hanya bergantung pada produksi ternak, tetapi juga pada tata kelola perdagangan, pengawasan kesehatan hewan, dan sistem distribusi yang tertib. Atas dasar itu, Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Kota Makassar melakukan studi pembelajaran ke Pasar Hewan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).

Kunjungan yang dipimpin langsung Kepala DPP Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., bersama jajaran tersebut menjadi langkah untuk menggali praktik pengelolaan pasar hewan yang dapat dijadikan referensi bagi pengembangan pelayanan peternakan di Kota Makassar.

Dalam kunjungan itu, rombongan mempelajari berbagai aspek pengelolaan pasar, mulai dari tata niaga ternak, pelayanan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga pengelolaan sarana dan prasarana pendukung. Pembelajaran tersebut diarahkan untuk memperoleh gambaran mengenai sistem pengelolaan yang tertib, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Pasar hewan memiliki peran strategis dalam rantai perdagangan ternak. Selain menjadi tempat transaksi antara penjual dan pembeli, pengelolaannya juga berkaitan dengan pengawasan kesehatan hewan, kelancaran distribusi, serta upaya meminimalkan risiko penyebaran penyakit melalui pergerakan ternak.

Karena itu, pengembangan tata kelola pasar hewan membutuhkan keterpaduan antara fasilitas yang memadai, prosedur perdagangan yang jelas, dan pengawasan kesehatan hewan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala DPP Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan studi pembelajaran tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan sektor peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin mempelajari berbagai inovasi yang telah diterapkan di Pasar Hewan Jonggol agar dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem peternakan di Makassar. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, pengawasan kesehatan hewan semakin optimal, dan tata niaga ternak menjadi lebih tertib,” ujarnya.

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian dalam pengelolaan pasar hewan adalah pengawasan kesehatan ternak. Pemeriksaan kesehatan, penerapan prosedur administrasi, dan pengawasan pergerakan ternak diperlukan untuk mendukung pencegahan penyakit serta menjaga kondisi ternak yang diperdagangkan.

Pengelolaan pasar yang baik juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang sesuai, penataan aktivitas perdagangan, serta koordinasi antara pengelola dan petugas berwenang.

Bagi DPP Kota Makassar, pembelajaran mengenai aspek-aspek tersebut menjadi referensi untuk mengevaluasi kebutuhan pengembangan layanan peternakan di daerah. Praktik yang diperoleh dari kunjungan ini dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan kondisi pasar, kebutuhan peternak, pola perdagangan, dan kapasitas pengawasan yang tersedia di Kota Makassar.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan pasar hewan, kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengalaman antardaerah dalam pengembangan pelayanan publik di bidang peternakan.

Tata niaga ternak yang tertib dan pengawasan kesehatan hewan yang memadai memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga kelancaran distribusi serta mendukung ketersediaan pangan asal hewan. Oleh sebab itu, penguatan sistem peternakan perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan memperhatikan aspek kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan.

DPP Kota Makassar berharap hasil studi pembelajaran di Pasar Hewan Jonggol dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam merumuskan inovasi pelayanan peternakan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Makassar mendorong penguatan sektor peternakan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Upaya ini sejalan dengan visi Makassar MULIA melalui pengembangan tata kelola sektor peternakan yang lebih baik, penguatan pengawasan kesehatan hewan, dan pembangunan sistem pangan yang aman serta berkelanjutan.



Follow Widget