Pesan itu terasa relevan di tengah dinamika politik nasional yang kerap diwarnai manuver dan koalisi yang bergeser-geser. Dedi seolah ingin menunjukkan bahwa ada cara lain berpolitik — cara yang tidak membutuhkan pengkhianatan untuk sampai ke puncak.
PAN sendiri, menurut Dedi, adalah salah satu partai langka yang masih memiliki basis ideologis di tengah derasnya arus pragmatisme politik. Namun ideologi itu, menurutnya, bukan kebekuan.
“Ideologis itu cuma satu: kukuh pada kebenaran, setia pada janji. Itulah ideologis yang sebenarnya,” pungkasnya.
Dedi menutup sambutannya dengan menyampaikan keyakinan bahwa PAN akan terus tumbuh — bertambah kursi di DPRD kabupaten, provinsi, hingga DPR RI. Sebuah optimisme yang ia tawarkan bukan sebagai basa-basi, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk terus berjalan bersama keluarga besar PAN dalam menyapa dan melayani rakyat Jawa Barat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.