Kepada jajaran anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, Dedi memberikan apresiasi khusus. Ia mengakui bahwa kerja politiknya di Jawa Barat berjalan relatif efektif karena para legislator PAN memahami cara berpikirnya yang tidak konvensional.

“Tidak ada kalimat APBD, tidak ada kalimat tidak ada, tidak ada kalimat tidak bisa,” katanya, merujuk pada filosofi yang juga ia nisbatkan kepada Zulkifli Hasan — bahwa kalimat “tidak bisa” bertentangan dengan tauhid.

Di satu titik, Dedi menarik analogi yang dalam dari simbol matahari — ikon PAN. Dalam ideologi Sunda, matahari adalah bagian dari konsep ketuhanan yang mencakup empat unsur: tanah, air, udara, dan matahari. Keempat unsur ini dikenal sebagai papat kalima pancer atau papat kalima tunggal dalam filsafat Sunda.

“Ciri dari matahari itu setia. Dia terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat,” ujar Dedi. “Dan ancaman kiamat itu akan terjadi manakala matahari sudah terbit di sebelah barat.”