Ia menyebut banyak politisi yang menganggap pengingkaran sebagai strategi yang sah untuk merebut kekuasaan. Pandangan semacam itu, menurut Dedi, justru menghancurkan kepercayaan publik dalam jangka panjang.
“Kesetiaan akan melahirkan legasi ideologi yang akhirnya akan meraih kekuasaan dengan jalan cinta, bukan dengan jalan pengingkaran,” tegasnya.
Dedi tidak hanya berbicara soal PAN secara kelembagaan. Ia juga menyoroti figur-figur di dalamnya satu per satu dengan gaya tutur yang akrab dan segar — mulai dari Ketua Umum Zulkifli Hasan yang disebutnya berhasil mengubah PAN dari partai eksklusif menjadi inklusif, hingga Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto yang disebutnya “tidak berlari dari kenyataan.”
Tak ketinggalan, Sekretaris Jenderal PAN Eko Patrio turut mendapat perhatian. Dedi menyindirnya dengan penuh humor: “Kenapa ada sekretaris dan ada jenderal di dalamnya?” — sebuah candaan yang disambut tawa hadirin namun tetap menyiratkan penghormatan tulus.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.