Setelah melewati Tugu Bambu, iring-iringan peserta melanjutkan perjalanan melalui Jalan Bhayangkara sebelum akhirnya kembali ke titik awal keberangkatan. Sepanjang rute, warga yang memadati sisi jalan menyaksikan langsung barisan pelajar yang melangkah tegap dan penuh percaya diri.
Camat Sinjai Utara, Agus Salam, menegaskan bahwa gerak jalan indah ini telah menjadi tradisi yang dinantikan setiap tahun. Baginya, kegiatan ini jauh lebih bermakna dari sekadar pawai — ini adalah ruang untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan mempererat semangat kebersamaan di kalangan peserta didik.
“Gerak jalan indah sudah menjadi tradisi kita setiap tahun. Ini wadah agar para siswa menunjukkan kemampuan baris-berbarisnya,” ujar Agus Salam di sela kegiatan.
Ia menambahkan, pengalaman tampil di depan masyarakat umum memberikan dampak yang tidak ternilai bagi para pelajar. Selain melatih kedisiplinan dan kekompakan, kegiatan ini juga membangun keberanian untuk tampil di ruang publik — sesuatu yang tidak selalu bisa diajarkan di dalam kelas.
Menurut Agus Salam, momentum seperti ini juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat — termasuk para pelajar — tentang makna perjuangan yang harus terus diwariskan dari generasi ke generasi. Delapan puluh satu tahun kemerdekaan bukan hanya tentang angka, tetapi tentang seberapa jauh bangsa ini menjaga nilai-nilai yang diperjuangkan para pendahulunya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.