PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Pemanfaatan lahan terbatas menjadi kawasan produktif untuk mendukung ketahanan pangan menjadi salah satu perhatian Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Kota Makassar. Untuk memperkuat pengembangan program tersebut, DPP Makassar melakukan studi tiru ke kawasan Urban Farming di RT 008 RW 004, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Kunjungan dipimpin langsung Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., bersama jajaran DPP Kota Makassar. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik pengembangan pertanian perkotaan yang menghubungkan produksi pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan dalam satu pendekatan terpadu.
Di kawasan Malaka Jaya, rombongan mempelajari bagaimana lahan yang tersedia di lingkungan permukiman dapat dimanfaatkan secara produktif. Praktik tersebut menjadi referensi bagi Makassar dalam mengembangkan urban farming yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan bercocok tanam, tetapi juga mendukung kebutuhan pangan keluarga dan meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan.
Studi tiru ini sekaligus membuka ruang bagi DPP Makassar untuk mengidentifikasi inovasi yang dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan potensi masyarakat setempat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pengembangan kegiatan produktif yang saling terhubung. Program yang dipelajari mencakup budidaya tanaman pangan, peternakan, perikanan, budidaya maggot, hingga pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.
Konsep Urban Farming Terintegrasi mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien. Kegiatan budidaya tanaman dapat membantu menyediakan pangan, sedangkan pengolahan sampah organik yang tepat membuka peluang pemanfaatan kembali bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.
Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), misalnya, dapat menjadi salah satu alternatif pengolahan sampah organik tertentu. Larva yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif untuk ikan dan ternak, sementara hasil samping budidayanya dapat digunakan sesuai karakteristik dan persyaratan pengolahan.
Pendekatan ini memperlihatkan keterkaitan antara pertanian perkotaan dan ekonomi sirkular, yakni upaya mempertahankan nilai guna sumber daya melalui pemanfaatan kembali bahan yang masih dapat diolah.
Bagi masyarakat, pengembangan sistem semacam ini berpotensi menghadirkan manfaat yang lebih luas, mulai dari pemanfaatan pekarangan, peningkatan keterampilan budidaya, hingga terbukanya peluang kegiatan ekonomi produktif di lingkungan permukiman.
Kepala DPP Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan bahwa praktik baik yang dipelajari melalui studi tiru diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan Urban Farming Terintegrasi di Kota Makassar.
Pengembangan program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Karena itu, pengalaman dari daerah lain menjadi bahan pembelajaran untuk mengidentifikasi pendekatan yang relevan dengan kebutuhan Kota Makassar.
Meski demikian, penerapan inovasi membutuhkan penyesuaian dengan kondisi lokal. Ketersediaan lahan, karakteristik sampah, kapasitas kelompok masyarakat, sarana pendukung, serta keberlanjutan pengelolaan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar program dapat berjalan secara optimal.
Kolaborasi antara pemerintah, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan agar Urban Farming Terintegrasi tidak berhenti sebagai kegiatan percontohan, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang berkelanjutan.
Kunjungan ke Malaka Jaya menjadi bagian dari upaya DPP Kota Makassar memperluas referensi pengembangan pertanian perkotaan. Pembelajaran yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pengembangan program yang sesuai dengan potensi wilayah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui integrasi pertanian, perikanan, peternakan, budidaya maggot, dan pengelolaan sampah organik, Pemerintah Kota Makassar mendorong pemanfaatan sumber daya yang lebih efektif untuk mendukung ketahanan pangan dan menjaga kualitas lingkungan.
Pengembangan Urban Farming Terintegrasi juga sejalan dengan visi Makassar MULIA dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, produktif, dan berkelanjutan.
Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau hasil budidaya, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengelola kegiatan secara konsisten, menjaga keberlanjutan operasional, dan mengembangkan manfaatnya bagi lingkungan sekitar.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.