Summarize the post with AI

Blokade tersebut mulai berlaku pada pukul 14.00 GMT Senin, meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu beberapa hari sebelumnya.

Lebih lanjut Guo Jiakun mengatakan, China akan memberlakukan “tindakan balasan” setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif baru pada barang-barang China yang masuk ke Amerika Serikat, jika Beijing memberikan bantuan militer kepada Iran selama perang.

“Jika AS bersikeras menggunakan ini sebagai alasan untuk mengenakan tarif tambahan pada China, China pasti akan mengambil tindakan balasan yang tegas,” katanya, menambahkan laporan tentang China yang menyediakan senjata kepada Iran “sepenuhnya dibuat-buat.”

Menurut Beijing, peningkatan kehadiran militer dan penerapan blokade oleh Washington justru memperbesar risiko konflik terbuka. Selain itu, kebijakan tersebut juga dinilai dapat melemahkan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah dicapai, sekaligus membahayakan jalur pelayaran internasional, terutama di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.



Follow Widget