SINJAI, PUNGGAWANEWS – Bukan sekadar upacara seremonial, peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Sinjai justru dirancang menjadi ajang perkemahan penuh semangat yang melibatkan ratusan peserta didik, para kepala sekolah, hingga orang nomor satu di kabupaten itu.

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sinjai memilih Lapangan Bikeru I, Kecamatan Sinjai Selatan, sebagai panggung utama perayaan yang dikemas dalam format Perkemahan Sabtu-Minggu atau Persami. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 12–13 September 2026, berbeda dari tanggal lazimnya, 14 Agustus, karena bersamaan dengan pelaksanaan Jambore Nasional.

Ketua Panitia Apel Besar Hari Pramuka ke-65, Akmal Juhaepah, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat kelonggaran dari pusat untuk menyesuaikan waktu pelaksanaan. Fleksibilitas itu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Kwarcab Sinjai untuk merancang kegiatan yang lebih dari sekadar apel biasa.

Pada Sabtu sore, 12 September 2026, kegiatan dibuka dengan apel besar di Lapangan Bikeru I. Para peserta didik tidak hanya mengikuti upacara, tetapi juga bermalam di lokasi—sebuah tradisi kepramukaan yang semakin jarang terasa “hidup” di tengah gempuran dan rutinitas sekolah yang padat.

Malam harinya, suasana lapangan dipastikan tidak sunyi. Serangkaian lomba kepramukaan dijadwalkan mengisi malam dengan api semangat. Para peserta bersaing dalam berbagai cabang lomba yang mengasah kecakapan dan kerja sama tim—dua nilai inti yang selalu ditanamkan Gerakan Pramuka sejak berdiri enam puluh lima tahun silam.

Tak hanya peserta didik, para kepala sekolah pun secara khusus diundang untuk hadir dan berpartisipasi. Ini bukan undangan basa-basi. Malam itu juga diagendakan sosialisasi kepramukaan khusus bagi para pimpinan sekolah, sebuah langkah yang menandakan keseriusan Kwarcab Sinjai dalam memperkuat ekosistem kepramukaan dari akar institusi pendidikan.

Kehadiran kepala sekolah dalam sebuah perkemahan bukan pemandangan biasa. Namun Akmal rupanya punya alasan strategis di balik undangan itu. Ia memahami bahwa tanpa dukungan nyata dari kepala sekolah, semangat kepramukaan akan sulit subur di lingkungan sekolah masing-masing.

Minggu pagi, 13 September 2026, kegiatan berlanjut dengan nuansa yang berbeda namun tak kalah bermakna. Jalan sehat digelar untuk menggerakkan seluruh peserta sekaligus masyarakat sekitar. Setelah badan segar, kegiatan dilanjutkan dengan donor darah yang diselenggarakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kolaborasi dengan PMI ini bukan sekadar pelengkap agenda. Donor darah adalah bentuk nyata nilai kepramukaan yang paling hakiki: menolong sesama tanpa pamrih. Di sinilah peringatan Hari Pramuka menemukan maknanya yang paling konkret—bukan di atas panggung, melainkan di lengan para pendonor yang tergulung.

Melengkapi hari terakhir perkemahan, Gerakan Pangan Murah turut digelar dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Program ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sebuah pendekatan yang memperlihatkan bahwa Gerakan Pramuka Sinjai tidak ingin berdiri di menara gading seremonial semata.

“Kami sudah bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, dan mereka siap berpartisipasi,” ujar Akmal. Koordinasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa peringatan kali ini memang dirancang dengan matang, bukan dadakan.

Satu kabar yang turut menambah semangat panitia datang dari kursi bupati. Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, disebut memberikan respons positif terhadap rencana kegiatan ini. Akmal bahkan menyampaikan bahwa sang bupati menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung di lapangan Bikeru.

Kehadiran bupati dalam sebuah Persami tentu bukan hal yang bisa dianggap sepele. Ini sinyal kuat bahwa pemerintah daerah Sinjai menaruh perhatian serius pada keberlangsungan Gerakan Pramuka—sebuah organisasi yang kerap dipandang sebelah mata di era modern, namun terbukti mampu mencetak karakter generasi muda yang tangguh.

Kwarcab Gerakan Pramuka Sinjai menaruh harapan besar pada kegiatan ini. Peringatan Hari Pramuka ke-65 diharapkan tidak berhenti sebagai momentum silaturahmi semata, tetapi benar-benar menyalakan kembali semangat kepramukaan yang sempat meredup di tengah perubahan zaman.

Kebersamaan antara peserta didik, pembina, kepala sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat luas menjadi pondasi yang ingin dibangun lebih kokoh lewat dua hari perkemahan ini. Sebuah rangkaian kegiatan yang sederhana di permukaan, namun sarat makna jika dilihat lebih dalam.

Hari Pramuka ke-65 di Sinjai bukan tentang angka. Ini tentang pilihan: apakah kita masih mau percaya bahwa nilai-nilai kepramukaan relevan untuk generasi sekarang? Kwarcab Sinjai, setidaknya, sudah menjawabnya dengan tenda yang terpasang dan lengan yang siap didonorkan.

FAQ

Mengapa peringatan Hari Pramuka ke-65 di Sinjai tidak dilaksanakan pada 14 Agustus?

Pelaksanaan digeser karena tanggal 14 Agustus bertepatan dengan Jambore Nasional (Jambnas). Kwarcab Gerakan Pramuka Sinjai mendapat kelonggaran dari pusat untuk menentukan sendiri waktu pelaksanaan apel besarnya.

Apa saja kegiatan yang akan berlangsung selama Persami Hari Pramuka ke-65 di Sinjai?

Kegiatan mencakup apel besar, lomba kepramukaan, sosialisasi kepramukaan bagi kepala sekolah, jalan sehat, donor darah bersama PMI, dan Gerakan Pangan Murah yang melibatkan berbagai pihak terkait.

Di mana dan kapan Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Sinjai dilaksanakan?

Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Bikeru I, Kecamatan Sinjai Selatan, pada Sabtu–Minggu, 12–13 September 2026.



Follow Widget