Summarize the post with AI

JAKARTA, PUNGGAWANEWS — Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo sekitar Rp12 triliun untuk meredam dampak kekeringan akibat fenomena El Nino berkekuatan besar yang diperkirakan melanda Indonesia tahun ini. Langkah ini difokuskan pada penguatan sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp9,95 triliun dialokasikan untuk penyediaan benih berbagai komoditas perkebunan dan hortikultura. Bantuan ini mencakup tanaman seperti kakao, kelapa, tebu, jambu mete, dan sejumlah komoditas lainnya, yang akan disalurkan ke lahan seluas sekitar 870 ribu hektare.

Program tersebut terutama menyasar daerah dengan lahan yang belum tergarap atau belum ditanami, sehingga diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan lahan sekaligus mengantisipasi penurunan produksi akibat kekeringan.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp3 triliun untuk program pompanisasi dengan target distribusi 80 ribu unit pompa air. Upaya ini ditujukan untuk membantu petani mengakses sumber air alternatif di tengah ancaman berkurangnya curah hujan.

Amran menegaskan bahwa potensi kekeringan akibat fenomena El Nino akan berdampak luas di berbagai wilayah Indonesia. Namun, pemerintah memastikan kondisi cadangan pangan nasional masih dalam posisi aman.

Per 7 April 2026, cadangan beras pemerintah tercatat mencapai 4,59 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah. Dengan stok tersebut, pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah tekanan iklim ekstrem.

Fenomena yang disebut sebagai “El Nino Godzilla” merujuk pada pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur dengan intensitas jauh lebih kuat dibandingkan El Nino biasa. Kondisi ini berpotensi memicu musim kering lebih panjang dan berdampak signifikan pada sektor pertanian serta ketersediaan air.



Follow Widget