Namun di tengah kondisi fiskal yang relatif terjaga itu, wacana pemotongan anggaran MBG tetap memunculkan pertanyaan besar. Apakah pemangkasan ini murni karena efisiensi, atau karena ada kendala serapan dan distribusi di lapangan yang belum terselesaikan?

Jawaban atas pertanyaan itu kemungkinan besar akan terungkap setelah Purbaya bertemu dengan Kepala BGN dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis atau Jumat pekan ini, dan hasilnya akan menjadi penentu arah kebijakan anggaran MBG untuk sisa tahun 2026 hingga 2027.

Publik dan para pemangku kepentingan tentu menantikan transparansi dari hasil pertemuan tersebut. Apakah pemerintah akan mengumumkan angka pemangkasan secara resmi, atau sekadar melakukan realokasi antarpos anggaran tanpa mengurangi total alokasi MBG secara keseluruhan?

Yang pasti, keputusan ini tidak bisa dianggap remeh. Program MBG menyentuh langsung kehidupan jutaan anak Indonesia yang menggantungkan asupan gizinya pada program pemerintah. Setiap perubahan kebijakan akan dirasakan langsung oleh mereka yang paling membutuhkan.

Pemerintah kini berada di persimpangan: di satu sisi harus menjaga efisiensi anggaran negara, di sisi lain harus memastikan program strategis tidak kehilangan daya jangkau dan dampaknya. Keseimbangan antara dua kepentingan inilah yang sedang dicari dalam pertemuan mendatang antara Menkeu dan Kepala BGN.



Follow Widget