NTT, PUNGGAWANEWS – Ratusan ribu mata tertuju ke Nusa Tenggara Timur pasca gempa mengguncang wilayah itu. Di tengah kepanikan dan pengungsian massal, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir langsung ke lokasi terdampak membawa kabar yang menenangkan: stok beras tersedia lebih dari cukup, bahkan mampu menghidupi seluruh pengungsi hingga satu tahun penuh.
Mentan Amran melakukan kunjungan langsung ke lokasi penanganan bencana di NTT pada Rabu, 19 Agustus 2025. Kedatangannya bukan sekadar seremonial. Ia membawa pesan tegas dari Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bergerak cepat, memangkas birokrasi, dan memastikan tidak ada warga yang kelaparan di tengah bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran mengumumkan data menggembirakan. Stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton. Khusus untuk NTT, cadangan yang tersedia di gudang mencapai 39 ribu ton — jumlah yang jauh melampaui kebutuhan nyata di lapangan.
Pemerintah menghitung jumlah pengungsi akibat gempa ini mencapai sekitar 34.600 jiwa. Dengan kebutuhan konsumsi beras sekitar 300 ton per bulan, stok yang ada di NTT saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama lebih dari satu tahun tanpa perlu kiriman tambahan dari luar daerah.
Amran secara khusus meminta agar prosedur penyaluran tidak mempersulit masyarakat yang membutuhkan. Ia memerintahkan petugas di posko untuk langsung mendistribusikan beras tanpa harus menunggu surat resmi dari instansi manapun. Sebuah kebijakan tidak lazim yang mencerminkan situasi darurat yang harus ditangani dengan cara luar biasa.
“Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim,” tegas Amran di hadapan jajaran pemerintah daerah dan petugas lapangan.
Untuk Kabupaten Manggarai yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak, pemerintah menyiapkan alokasi khusus 200 ton beras. Secara keseluruhan, empat kabupaten yang terdampak gempa di NTT akan menerima total bantuan beras sebesar 5.386 ton — perpaduan antara bantuan bencana dan bantuan pangan reguler — dengan nilai keseluruhan mencapai sekitar Rp75,4 miliar.
Amran juga memastikan seluruh gudang pangan dibuka 24 jam penuh tanpa henti. Kepada bupati dan wakil bupati yang hadir, ia berjanji memenuhi setiap permintaan yang diajukan pemerintah daerah, termasuk kebutuhan 59 ribu orang yang sudah disampaikan sebelumnya, dengan jaminan pemenuhan hingga tiga bulan ke depan dan kesiapan penambahan bila stok tidak mencukupi.
Bantuan yang disalurkan tidak terbatas pada beras. Pemerintah juga mendistribusikan minyak goreng, gula, dan mi instan sebagai pelengkap kebutuhan dapur pengungsi. Sebanyak 35 truk disiapkan untuk menjangkau wilayah-wilayah terdampak, dengan 10 unit di antaranya langsung diarahkan ke lokasi yang dikunjungi Mentan Amran.
Namun pemerintah tampaknya tidak ingin berhenti pada penanganan darurat semata. Amran menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian akan turun tangan memulihkan sektor pertanian yang ikut porak-poranda akibat bencana. Sawah-sawah yang rusak akan diperbaiki, jaringan irigasi tersier yang terputus akan dibenahi, dan seluruh biaya perbaikan ditanggung pemerintah pusat.
Selain itu, petani terdampak akan mendapatkan benih gratis serta alat dan mesin pertanian agar bisa kembali berproduksi sesegera mungkin setelah kondisi darurat berakhir. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, melainkan segera bisa kembali mandiri secara ekonomi.
Amran juga mengumumkan program penggantian tanaman perkebunan yang rusak akibat gempa. Kopi, kakao, dan kelapa yang hancur akan diganti dengan bibit baru menggunakan anggaran yang sudah disiapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo, bukan inisiatif sepihak kementerian.
Pengajuan bantuan bagi para petani terdampak pun disederhanakan secara signifikan. Tidak perlu melalui jalur birokrasi yang panjang — cukup menyampaikan kebutuhan kepada penyuluh pertanian lapangan atau PPL setempat, dan proses selanjutnya akan dipercepat dari atas.
“Cukup PPL. Kita permudah, bypass semua. Itu perintah Bapak Presiden. Jangan persulit rakyat kita yang butuh bantuan,” ujar Amran dengan nada tegas.
Kunjungan Mentan Amran ke NTT mencerminkan pola respons pemerintahan Prabowo terhadap bencana alam: turun langsung, memangkas prosedur, dan memberi kepastian di lapangan. Bagi puluhan ribu pengungsi yang kini hidup di tenda-tenda darurat, kepastian bahwa pangan tersedia dan bantuan datang tanpa hambatan administrasi tentu menjadi kabar yang jauh lebih berarti dari sekadar angka-angka di atas kertas.
Pemerintah menegaskan komitmennya tidak akan berhenti sampai seluruh masyarakat terdampak kembali ke kondisi normal — baik dalam hal pemenuhan pangan, pemulihan lahan pertanian, maupun keberlanjutan mata pencaharian mereka.
“Pangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin,” kata Amran menutup kunjungannya.
FAQ
Berapa stok beras yang tersedia untuk pengungsi gempa NTT?
Stok beras di NTT mencapai 39 ribu ton, sementara kebutuhan pengungsi sekitar 300 ton per bulan. Dengan hitungan tersebut, stok yang ada mampu mencukupi kebutuhan pengungsi hingga lebih dari satu tahun ke depan.
Apa saja bantuan yang disiapkan pemerintah selain beras?
Pemerintah juga menyalurkan minyak goreng, gula, dan mi instan. Selain itu, untuk pemulihan jangka panjang, pemerintah menyiapkan perbaikan sawah dan irigasi, benih gratis, alsintan, serta penggantian tanaman perkebunan seperti kopi, kakao, dan kelapa yang rusak akibat gempa.
Bagaimana cara petani terdampak mendapatkan bantuan pertanian?
Petani cukup menyampaikan kebutuhan kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat. Pemerintah telah memangkas prosedur birokrasi agar bantuan bisa segera tersalurkan tanpa proses administrasi yang panjang.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.