Upacara pelantikan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri koordinator, antara lain Djamari Chaniago selaku Menko Politik dan Keamanan, Zulkifli Hasan selaku Menko Pangan, Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Airlangga Hartarto selaku Menko Perekonomian, Pratikno selaku Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Deretan kehadiran itu mempertegas signifikansi perombakan yang dilakukan Prabowo di awal 2026.
Kursi yang kini diduduki Jumhur bukanlah posisi tanpa beban. Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan lingkungan yang mendesak, mulai dari laju deforestasi yang belum terkendali, polusi udara di berbagai kota besar, krisis sampah plastik, hingga tekanan untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan.
Sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia, kualitas pengelolaan lingkungan hidup berdampak langsung pada keberlanjutan pembangunan nasional dalam jangka panjang.
Kalangan pegiat lingkungan dan masyarakat sipil kini menunggu langkah pertama Jumhur Hidayat dalam merumuskan kebijakan yang konkret dan terukur di bawah arahan Presiden Prabowo.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.