BOGOR, PUNGGAWANEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas di tengah ekspansi besar-besaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG): lebih dari 240 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur operasional program tersebut dihentikan sementara karena dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengonfirmasi penghentian ini pada Senin, 11 Mei 2025, di sela peresmian dua SPPG baru di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Langkah suspensi ini bukan sekadar teguran administratif, melainkan respons langsung terhadap potensi risiko kesehatan yang bisa mengancam jutaan penerima manfaat program pemerintah itu.
“Sekarang sudah ada 240-an yang kita suspend atau dihentikan sementara, karena ada hal-hal yang harus dipenuhi,” kata Dadan, sebagaimana dilansir ANTARA.
Dari ratusan SPPG yang dibekukan, sebagian besar bermasalah pada satu hal krusial: sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) yang diterbitkan Dinas Kesehatan setempat. Sertifikat ini bukan formalitas biasa. Ia menjadi jaminan bahwa setiap dapur yang memasak makanan untuk anak-anak sekolah dan kelompok rentan lainnya telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.