Pada hari yang sama, Dadan meresmikan dua SPPG baru di wilayah Citaringgul dan menjadikannya SPPG ke-14 di Kecamatan Babakan Madang. Peresmian ini menunjukkan bahwa ekspansi program tidak berhenti, meski proses evaluasi dan penertiban fasilitas yang tidak memenuhi syarat terus berjalan paralel.

Dari sisi penerima manfaat, program ini mulai memperlihatkan dampak yang melampaui sekadar pemenuhan gizi harian. Dadan menceritakan pengalaman menarik yang ia temui di lapangan: ada siswa yang sebelumnya tidak menyukai sayuran, kini mulai mengonsumsinya secara rutin berkat kebiasaan makan yang dibangun melalui program MBG.

“Bahkan, ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur,” ujarnya dengan nada antusias.

Perubahan kebiasaan makan seperti ini menjadi indikator keberhasilan yang tidak bisa diukur semata dari jumlah porsi makanan yang didistribusikan. Program MBG tampaknya mulai membentuk pola konsumsi yang lebih sehat di kalangan anak-anak usia sekolah, sebuah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.