RINGKASAN PUNGGAWANEWS
- Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam ketahanan energi, menurut laporan terbaru JP Morgan.
- Produksi minyak dan gas bumi (migas) domestik yang relatif besar menjadi penopang utama ketahanan energi Indonesia.
- Penemuan sumber energi baru dalam jumlah besar, seperti potensi gas mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf) di Kalimantan Timur, memperkuat cadangan energi nasional.
- Selain migas, cadangan batubara yang besar dan potensi energi baru dan terbarukan (panas bumi, tenaga air, surya) menjadi kekuatan tambahan.
- Penerapan biodiesel 50 persen (B50) secara nasional mulai 1 Juli 2026 ditargetkan mampu menghentikan impor solar Indonesia.
JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Indonesia mencatat capaian penting di tengah ketidakpastian energi global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Indonesia kini menempati posisi kedua dunia dalam ketahanan energi, menurut laporan terbaru JP Morgan.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil pada Kamis, 30 April 2026. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bertahan di tengah gejolak geopolitik yang memengaruhi pasokan energi dunia.
Kondisi global saat ini ditandai ketidakpastian tinggi akibat konflik geopolitik. Banyak negara mengalami tekanan pasokan energi. Namun Indonesia justru dinilai lebih stabil dibanding sebagian besar negara lain.
1. Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Dunia
Bahlil menjelaskan, capaian ini merujuk laporan Eye on the Market yang dirilis JP Morgan Asset Management. Laporan tersebut menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi global.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.