SINJAI, PUNGGAWANEWS – Kabar baik datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kabupaten Sinjai menjadi salah satu daerah penerima bantuan susu program nasional yang menyasar anak usia lima tahun ke atas dan ibu hamil — dua kelompok yang paling rentan terhadap ancaman stunting.
Bantuan ini bukan sekadar bagi-bagi susu. Di baliknya ada tekanan serius dari pemerintah pusat untuk mendorong daerah bergerak cepat: data harus siap, distribusi harus tepat sasaran, dan semuanya harus beres sebelum akhir September 2026.
Rapat koordinasi persiapan distribusi digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara virtual pada Kamis, 10 September 2026. Seluruh kabupaten dan kota di Sulsel wajib hadir. Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, mengikuti pertemuan itu langsung dari Ruang Command Center Rumah Jabatan Bupati Sinjai.
Rapat dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang didampingi Kepala DP3A DALDUK dan KB Provinsi Sulsel. Dalam forum itu, Fatmawati mengumumkan bahwa Pemprov Sulsel akan menyalurkan sekitar 5.000 karton atau 180.000 pcs susu ke seluruh wilayah Sulsel.
Bantuan tersebut berasal dari KemenPPPA RI berupa susu Dancow UHT kemasan 110 ml. Seluruh distribusi ditargetkan rampung paling lambat 30 September 2026.
Namun ada catatan penting: penyaluran tidak dilakukan merata begitu saja. Pemprov Sulsel menetapkan skala prioritas, dengan mendahulukan daerah-daerah yang angka stuntingnya masih relatif tinggi. Artinya, daerah yang selama ini gagal menekan stunting justru mendapat porsi lebih besar — sebuah pendekatan yang masuk akal, meski di sisi lain menjadi cermin pahit atas kegagalan yang belum tuntas.
Di Sinjai, Bupati Ratnawati langsung bergerak cepat merespons hasil rapat. Ia meminta instansi terkait segera melakukan koordinasi untuk memastikan data calon penerima bantuan valid dan akurat. Waktu yang tersedia sangat sempit: pemerintah kabupaten hanya punya waktu hingga 15 September 2026 untuk menyiapkan dan menyerahkan data kepada Pemprov Sulsel.
Lima hari. Itulah jendela waktu yang dimiliki Sinjai untuk memverifikasi nama-nama yang berhak menerima bantuan ini.
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali mendapatkan perhatian dari KemenPPPA melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yakni pemberian bantuan susu bagi anak usia lima tahun ke atas,” ujar Bupati Ratnawati usai mengikuti rapat virtual tersebut.
Bupati menekankan bahwa bantuan ini bukan hal sepele. Ia menyebutnya sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap upaya daerah dalam memerangi stunting. Karena itu, ketepatan data menjadi harga mati — bantuan harus sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar memenuhi kuota administratif.
“Saya meminta teman-teman Tim Terpadu untuk segera melakukan rapat koordinasi sore ini,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan basa-basi. Di tengah tenggat yang mepet, instruksi untuk langsung rapat di hari yang sama mencerminkan keseriusan — atau setidaknya, urgensi yang tak bisa ditunda.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam rapat tersebut Kepala Dinas Sosial Andi Baso Mangunrawa, Sekretaris DP3AP2KB Sinjai, serta beberapa pejabat terkait lainnya.
Soal stunting sendiri, Indonesia memang belum tuntas berperang. Meski angka nasional terus menunjukkan tren penurunan, banyak kabupaten di wilayah timur Indonesia — termasuk sejumlah daerah di Sulawesi Selatan — masih bergumul dengan prevalensi yang jauh dari target. Bantuan susu semacam ini bisa menjadi intervensi gizi yang berarti, terutama jika distribusinya benar-benar menyentuh kelompok sasaran.
Masalahnya, program bantuan pangan dari pusat kerap tersandung di lapangan: data yang tidak mutakhir, koordinasi antar dinas yang tersendat, atau sasaran yang meleset karena validasi lemah. Itulah mengapa tekanan Bupati Sinjai soal validitas data terasa bukan sekadar formalitas — ini soal apakah susu itu benar-benar akan diminum anak yang kekurangan gizi, atau hanya berpindah tangan ke tempat yang salah.
Dengan tenggat 15 September dan distribusi akhir 30 September, semua pihak kini berada dalam hitungan mundur. Tim Terpadu Sinjai harus bergerak cepat, cermat, dan tidak ada ruang untuk pengulangan kesalahan yang sudah terlalu sering terjadi dalam program serupa.
Bantuan 180.000 pcs susu ini bisa menjadi langkah kecil yang berarti. Atau hanya menjadi angka statistik dalam laporan realisasi program — tergantung seberapa serius semua pihak menjalankan tugasnya dalam lima hari ke depan.
FAQ
Apa itu bantuan susu dari KemenPPPA untuk Sulawesi Selatan?
Bantuan berupa susu Dancow UHT kemasan 110 ml sebanyak 180.000 pcs yang disalurkan melalui Pemprov Sulsel ke seluruh kabupaten/kota, menyasar anak usia 5 tahun ke atas dan ibu hamil sebagai bagian dari upaya penanganan stunting.
Mengapa data penerima bantuan susu harus disiapkan sebelum 15 September 2026?
Karena pemerintah provinsi menetapkan batas waktu penyerahan data dari kabupaten/kota paling lambat 15 September 2026, agar distribusi bantuan dapat dirampungkan sebelum 30 September 2026.
Apakah semua kabupaten di Sulsel mendapat jumlah bantuan yang sama?
Tidak. Penyaluran dilakukan berdasarkan skala prioritas, dengan mengutamakan daerah-daerah yang memiliki angka stunting relatif tinggi.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.