Menurut Prabowo, rakyat Indonesia semakin dewasa secara politik. Pemimpin-pemimpin bangsa, di ujung setiap krisis, selalu mampu mengutamakan persatuan di atas segalanya. Itulah, katanya, fondasi yang ingin ia teruskan.
Politik yang ia jalankan adalah politik persatuan nasional. Bukan mempertajam perbedaan, melainkan merangkul semua kekuatan untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu kesejahteraan rakyat Indonesia.
Keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia, mulai dari perbedaan agama, suku, bahasa daerah, adat istiadat hingga budaya, bukan dipandang sebagai sumber perpecahan. Prabowo memilih melihatnya sebagai kekayaan yang harus dijaga dan dirayakan bersama.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk hidup dalam semangat Pancasila, saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi. Dalam pandangannya, sikap saling menghormati bukan hanya keharusan moral, tetapi juga kemuliaan yang membedakan bangsa yang beradab.
Dua pesan besar dari sidang kabinet itu saling mengisi. Negara harus tegas terhadap siapa pun yang merusak lingkungan dan membahayakan rakyat, sementara pada saat yang sama pemerintah terus merawat persatuan sebagai fondasi kekuatan nasional.
Bagi Presiden Prabowo, kedua hal itu tidak bisa dipisahkan. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan jutaan rakyat yang bergantung pada udara bersih dan ekosistem yang sehat. Menjaga persatuan berarti memastikan bahwa Indonesia tetap berdiri kokoh menghadapi segala rintangan, kini dan di masa depan.
Dalam dua tahun pertama pemerintahannya, Prabowo tampak ingin meninggalkan kesan bahwa komitmen pada rakyat bukan sekadar janji, tetapi dibuktikan dengan keberanian mengambil keputusan-keputusan sulit, termasuk menantang kepentingan-kepentingan besar yang selama ini leluasa beroperasi di balik kabut asap.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.