Presiden memberikan sinyal tegas soal sanksi yang menanti. Bagi perusahaan yang terbukti melanggar, pemerintah tidak akan ragu untuk mencabut seluruh izin usaha mereka sesuai ketentuan yang berlaku. Ancaman itu bukan sekadar retorika.

Ia bahkan melangkah lebih jauh dengan menyinggung kemungkinan membuka nama-nama perusahaan dari negara tertentu yang selama ini kerap melontarkan kritik terhadap Indonesia. Sebuah pernyataan yang sarat dengan pesan diplomatik, sekaligus bentuk ketegasan bahwa kedaulatan Indonesia tidak bisa dipermainkan.

Penegakan hukum yang Prabowo dorong bukan tanpa batas, ia menekankan pentingnya proses yang cermat dan berbasis bukti. Tindakan tegas hanya akan diambil ketika bukti sudah benar-benar jelas, bukan atas dasar kecurigaan semata.

Pendekatan ini mencerminkan dua prinsip sekaligus, ketegasan dan kehati-hatian. Pemerintah ingin memastikan bahwa siapa pun yang dihukum memang benar-benar bersalah, sehingga proses hukum tidak disalahgunakan untuk kepentingan lain.

Di luar persoalan lingkungan, Sidang Kabinet Paripurna itu juga menjadi momen bagi Presiden Prabowo untuk berbicara tentang sesuatu yang tidak kalah pentingnya, yaitu persatuan bangsa. Ia mengingatkan perjalanan panjang Indonesia yang berkali-kali diguncang pemberontakan, kerusuhan, adu domba, dan tekanan dari berbagai arah, namun selalu berhasil bertahan.



Follow Widget