SINJAI, PUNGGAWANEWS – Kabupaten Sinjai bergerak cepat. Menjelang Tahun Ajaran 2026/2027, pemerintah daerah mematangkan seluruh persiapan operasional Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Alehanuae—sebuah langkah besar yang akan mengubah wajah pendidikan bagi ratusan anak dari keluarga kurang mampu di wilayah ini.
Rapat Koordinasi Tim Teknis Transisi Sekolah Rakyat Permanen digelar pada Selasa, 7 Juli 2026, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah. Dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, pertemuan itu turut dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI dan sejumlah perangkat daerah terkait. Satu agenda besar: memastikan transisi peserta didik dari sekolah rintisan di Kecamatan Tellulimpoe ke gedung permanen berjalan tanpa hambatan.
Ini bukan sekadar rapat biasa. Rakor tersebut menjadi penanda bahwa Pemkab Sinjai serius menjadikan Sekolah Rakyat bukan hanya program simbolis, melainkan institusi pendidikan yang benar-benar beroperasi penuh—dengan fasilitas, tenaga pengajar, dan layanan kesehatan yang memadai.
Andi Jefrianto Asapa menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah wajib bergerak secara terintegrasi. Tidak ada ruang untuk jalan sendiri-sendiri. Kesiapan sarana dan prasarana, ketersediaan tenaga pendidik, layanan kesehatan, hingga dukungan operasional harian harus dipastikan tuntas sebelum siswa pertama menginjakkan kaki di gedung baru.
“Seluruh perangkat daerah harus bekerja secara terintegrasi agar seluruh kebutuhan Sekolah Rakyat permanen dapat disiapkan dengan baik,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kehadiran sekolah ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjamin akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Di sisi teknis, progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Andi Tenri Rawe Baso, mengungkapkan bahwa konstruksi di atas lahan seluas 7,5 hektare itu telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan tuntas sepenuhnya sebelum 14 Juli 2026.
Artinya, waktu yang tersisa sangat mepet—tetapi target itu disebut realistis mengingat perkembangan yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
Pada tahap awal operasional, pembelajaran akan berlangsung di lima unit bangunan yang sudah siap digunakan. Fasilitas itu mencakup ruang belajar, asrama, kantin, dan tempat ibadah—infrastruktur dasar yang cukup untuk menopang kehidupan akademik dan keseharian para siswa di lingkungan sekolah.
Sebanyak 230 peserta didik dijadwalkan menempati Sekolah Rakyat permanen tersebut. Mereka termasuk siswa angkatan pertama yang telah menjalani proses belajar sejak 2025 di lokasi rintisan. Perpindahan ini akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027—momen yang sekaligus menjadi awal babak baru bagi para siswa.
Pemkab Sinjai tidak hanya fokus pada gedung dan kurikulum. Aspek kesehatan juga masuk dalam radar persiapan. Pada 11 Juli 2026, seluruh peserta didik, tenaga pendidik, dan pengasuh akan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari kesiapan menyambut tahun ajaran baru. Langkah ini mencerminkan pendekatan holistik: pendidikan berkualitas harus ditopang oleh kondisi fisik yang prima.
Di lini tenaga pengajar, koordinasi dengan Kementerian Sosial terus berjalan. Pemkab mengantisipasi kemungkinan bertambahnya rombongan belajar yang akan membutuhkan tambahan guru. Langkah antisipatif ini penting agar proses pembelajaran tidak terganggu jika jumlah siswa berkembang melampaui proyeksi awal.
Keberadaan perwakilan Kementerian Sosial dalam rakor tersebut bukan sekadar formalitas. Ini mencerminkan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan agenda nasional yang memerlukan sinergi pusat dan daerah secara nyata. Sinjai menjadi salah satu kabupaten yang menunjukkan bahwa kolaborasi vertikal itu bisa berjalan efektif di lapangan.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai jawaban atas kesenjangan akses pendidikan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah banyak daerah. Di Sinjai, program ini menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat rentan yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal yang layak. Dengan fasilitas asrama, mereka tidak hanya mendapat ruang belajar—tetapi juga tempat tinggal yang aman dan terstruktur.
Progres 80 persen pembangunan gedung, rakor intensif lintas sektor, jadwal cek kesehatan yang sudah ditetapkan, hingga koordinasi tenaga pengajar yang aktif—semuanya menunjukkan bahwa mesin birokrasi Sinjai sedang berputar penuh menghadapi tenggat yang ketat.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat permanen Sinjai akan resmi beroperasi bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Bagi 230 siswa yang menunggu kepastian itu, ini bukan sekadar perpindahan gedung—ini adalah permulaan dari kesempatan yang selama ini belum pernah mereka miliki.
FAQ
Kapan Sekolah Rakyat permanen di Sinjai mulai beroperasi?
Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Tanassang dijadwalkan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, bersamaan dengan pelaksanaan MPLS. Pembangunan gedung ditargetkan rampung sebelum 14 Juli 2026.
Berapa jumlah siswa yang akan menempati Sekolah Rakyat permanen Sinjai?
Sebanyak 230 peserta didik dijadwalkan menempati gedung permanen, termasuk siswa angkatan pertama yang telah belajar sejak 2025 di lokasi rintisan di Kecamatan Tellulimpoe.
Fasilitas apa saja yang tersedia di Sekolah Rakyat permanen Sinjai?
Pada tahap awal operasional, tersedia lima unit bangunan siap pakai yang meliputi ruang belajar, asrama, kantin, dan fasilitas ibadah. Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 7,5 hektare.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.