“Sebagai istri ASN sekaligus perempuan yang berkiprah di dunia profesional, kita harus mampu menempatkan diri dan mengelola peran dengan baik. Pentingnya sebuah restu dari suami juga dalam melancarkan segala aktivitas yang akan dilakukan,” kata Andi Hikmawati menutup arahannya.

Pernyataan itu memantik renungan. Di satu sisi, ia mendorong kemandirian dan profesionalisme perempuan. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya harmoni dalam rumah tangga sebagai landasan dari semua aktivitas di luar. Bagi para anggota DWP yang hadir, pesan itu mungkin terasa seperti cermin—refleksi dari realita keseharian yang mereka jalani.

Kehadiran Andi Hikmawati sebagai Penjabat Ketua DWP Sulsel membuka babak baru yang menarik untuk dicermati. Latar belakangnya yang tidak konvensional—seorang perwira militer aktif memimpin organisasi istri ASN—membuka pertanyaan sekaligus harapan: akankah kepemimpinannya membawa DWP Sulsel ke arah yang lebih dinamis, lebih berdaya, dan lebih dirasakan perannya oleh masyarakat?

Jawabannya tentu belum bisa dilihat hari ini. Tapi dari pertemuan perdana yang ia pimpin, sinyal awal sudah dikirim: perubahan bukan hanya soal pergantian nama di jabatan, melainkan soal semangat dan arah yang dibawa oleh pemimpinnya.



Follow Widget