Bagi jemaah lansia, tersedia layanan mobil golf gratis yang memudahkan perpindahan dari terminal kedatangan menuju bus tanpa harus menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki. Ini menjadi perhatian penting mengingat kondisi fisik jemaah usia lanjut yang membutuhkan penanganan lebih hati-hati setelah penerbangan berjam-jam.
Jemaah penyandang disabilitas pun tak luput dari perhatian. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bekerja sama dengan Nusuk menyediakan kendaraan khusus yang dirancang untuk mengangkut kursi roda. Kolaborasi ini memastikan setiap jemaah, tanpa memandang kondisi fisik, mendapatkan pelayanan yang layak dan bermartabat.
Kemenhaj juga mengantisipasi kebutuhan darurat dengan menyiapkan perlengkapan ihram cadangan di Daker Bandara. Stok tersebut mencakup kain ihram untuk pria, abaya untuk wanita, serta sandal—perlengkapan yang sewaktu-waktu bisa dibutuhkan jemaah dalam kondisi tertentu.
Seluruh prosedur penyambutan ini dirancang agar jemaah dapat segera melanjutkan perjalanan spiritual mereka. Begitu tiba di Jeddah, seluruh jemaah gelombang kedua akan langsung diberangkatkan menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib. Perjalanan darat dari Jeddah ke Makkah diperkirakan memakan waktu sekitar satu jam.
Kehadiran fasilitas yang terencana dan terkoordinasi dengan baik ini mencerminkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah. Dengan lebih dari dua minggu masa kedatangan yang masih tersisa, kelancaran gelombang pertama hari ini menjadi patokan penting bagi keseluruhan operasional haji 2026.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.