“Nanti di bulan Agustus 2026, meskipun Bapak Presiden menyampaikan akan diresmikan lagi 20.000 KDKMP, tapi kami akan berusaha maksimal untuk lebih dari yang ditargetkan,” kata Ferry optimistis.
Ferry memastikan KDKMP yang kini beroperasi akan berfungsi sebagai offtaker—penyerap produk masyarakat desa mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner. Di sisi lain, koperasi ini juga akan berperan mendistribusikan sembako dan barang bersubsidi kepada masyarakat secara lebih merata dan terjangkau.
Tidak semua perjalanan berlangsung mulus. Ferry mengakui ada sejumlah desa dan kelurahan yang lahannya tidak memenuhi syarat minimum 1.000 meter persegi. Untuk mengatasi keterbatasan ini, pemerintah tengah mengkaji konsep pembangunan vertikal—gerai, gudang, dan fasilitas lain yang dibangun ke atas, bukan melebar.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk menangani lokasi-lokasi dengan lahan terbatas, khususnya di kelurahan padat atau kawasan pedesaan yang sempit.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.