JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Jawa Barat mencatat prestasi ekonomi yang patut dibanggakan. Pada kuartal pertama 2026, pertumbuhan ekonomi provinsi ini menembus angka 5,79% secara year on year—melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,61%. Pencapaian ini mendapat pengakuan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa.

Apresiasi itu disampaikan Purbaya dalam agenda koordinasi Pokja Debottlenecking bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, di Jakarta pada Rabu, 7 Mei 2026. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Keuangan dalam mengurai berbagai hambatan investasi di daerah.

Purbaya secara tegas memuji semangat dan gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilainya berhasil menciptakan iklim investasi yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Barat akan terus berakselerasi, disertai penciptaan lapangan kerja yang semakin luas.

“Jawa Barat semangat pak gubernurnya, canggih. Ekonomi tentunya akan semakin cepat, lapangan pekerjaan akan tercipta lebih banyak lagi,” ujar Purbaya singkat namun penuh keyakinan.

Di balik angka pertumbuhan yang impresif itu, ada data investasi yang tak kalah mencolok. Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi investasi Jawa Barat pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp76,8 triliun—setara 15,4 persen dari total investasi nasional. Angka ini menegaskan posisi Jawa Barat sebagai primadona investasi Indonesia.

Sektor manufaktur dan jasa menjadi dua penggerak utama yang mendominasi arus investasi masuk ke provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia ini. Infrastruktur dan industri padat karya turut menjadi tulang punggung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Herman Suryatman, mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menegaskan bahwa capaian ini bukan hasil kerja satu pihak saja. Harmonisasi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, DPRD, dan Forkopimda menjadi kunci keberhasilan yang tak bisa diabaikan—semuanya bergerak di bawah arahan Gubernur Dedi Mulyadi.

Ke depan, fokus pemerintah provinsi diarahkan pada penguatan investasi dan percepatan proses perizinan melalui mekanisme debottlenecking. Penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor tetap menjadi prioritas utama yang tak bisa dikompromikan.

Koordinasi intensif antara Kementerian Keuangan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut sebagai instrumen efektif dalam mempercepat penyelesaian hambatan investasi, termasuk untuk proyek-proyek strategis nasional yang berlokasi di Jawa Barat.

Dengan dukungan insentif fiskal dari pemerintah pusat, daya saing global Jawa Barat dinilai semakin menguat. Iklim usaha yang kondusif dan kemudahan berusaha menjadi magnet bagi investor domestik maupun asing.

Proyeksi ekonomi Jawa Barat sepanjang 2026 tetap optimistis, dengan target pertumbuhan yang ambisius. Para pemangku kepentingan meyakini sinergi antara pemerintah daerah dan pusat akan menciptakan efek berganda yang signifikan bagi perekonomian masyarakat.

Prestasi Jawa Barat ini kini mulai dijadikan rujukan oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia. Bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa kebijakan yang tepat sasaran, kepemimpinan yang responsif, dan kolaborasi lintas sektor bisa menghasilkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

FAQ

Berapa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal pertama 2026? Ekonomi Jawa Barat tumbuh sebesar 5,79% secara year on year pada kuartal pertama 2026, melampaui angka pertumbuhan nasional yang berada di level 5,61%.

Mengapa Menteri Keuangan Purbaya memuji Gubernur Dedi Mulyadi? Purbaya mengapresiasi kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dinilai berhasil menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta merealisasikan investasi senilai Rp76,8 triliun pada kuartal pertama 2026.

Apa yang menjadi kunci keberhasilan ekonomi Jawa Barat? Keberhasilan ini disebut sebagai hasil harmonisasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan legislatif di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, didukung koordinasi intensif dengan pemerintah pusat melalui mekanisme debottlenecking investasi.

3 Alternatif Judul SEO

  1. Ekonomi Jawa Barat Kuartal I 2026 Lampaui Nasional, Menteri Keuangan Beri Pujian
  2. Investasi Jabar Tembus Rp76,8 Triliun, Purbaya Sebut Dedi Mulyadi Gubernur Canggih
  3. Pertumbuhan Ekonomi Jabar 5,79%: Bukti Kepemimpinan Dedi Mulyadi Berhasil

TAG

JAWA BARAT, DEDI MULYADI, PURBAYA YUDI SADEWA, PERTUMBUHAN EKONOMI, INVESTASI JAWA BARAT, EKONOMI REGIONAL, KEMENTERIAN KEUANGAN, DEBOTTLENECKING, KUARTAL I 2026, HERMAN SURYATMAN, EKONOMI INDONESIA, INVESTASI NASIONAL