JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari 150 ribu jemaah haji Indonesia kini tengah bersiap menghadapi momen paling krusial dalam perjalanan spiritual mereka: fase Armuzna — rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang menjadi inti dari seluruh pelaksanaan haji.
Kementerian Haji dan Umrah RI mengeluarkan imbauan serius kepada seluruh jemaah untuk mulai menahan diri dari aktivitas fisik yang tidak mendesak. Pesan ini bukan sekadar anjuran biasa — ini adalah strategi agar jutaan langkah ibadah berikutnya bisa ditempuh dengan tubuh yang masih bugar dan prima.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan imbauan tersebut dalam konferensi pers pada Kamis, 14 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa kesiapan fisik adalah fondasi utama agar jemaah mampu menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal.
“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujar Maria.
Imbauan ini datang di hari ke-24 operasional penyelenggaraan haji 2026. Hingga saat ini, seluruh layanan bagi jemaah Indonesia dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan berarti — sebuah kabar baik di tengah tekanan logistik yang selalu menjadi tantangan besar penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data operasional terbaru yang dirilis Kementerian, sebanyak 395 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Arab Saudi. Total jemaah yang sudah bertolak mencapai 152.724 orang, didampingi 1.577 petugas dari berbagai unsur pelayanan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah. Mereka bergerak secara bertahap setelah sebelumnya singgah di Madinah untuk menjalani ibadah arbain — rangkaian salat wajib selama delapan hari di Masjid Nabawi.
Sementara itu, jemaah gelombang kedua yang masuk melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport di Jeddah juga terus berdatangan. Tercatat 120 kloter membawa 45.914 jemaah dan 481 petugas yang kini telah berada di Tanah Suci.
Tak hanya jemaah reguler, ribuan jemaah haji khusus pun telah bergabung di Arab Saudi. Maria menyebutkan bahwa 10.535 jemaah haji khusus sudah berada di Tanah Suci dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Angka-angka ini mencerminkan skala operasi haji Indonesia yang luar biasa besar — menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia, dengan tantangan koordinasi yang tidak kecil.
Fase Armuzna sendiri merupakan puncak dari seluruh perjalanan haji. Di Padang Arafah, jemaah akan menjalani wukuf — momen spiritual tertinggi yang menjadi syarat sah ibadah haji. Dari sana, perjalanan dilanjutkan ke Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan batu, sebelum bergerak ke Mina untuk melempar jumrah selama tiga hingga empat hari.
Rangkaian ini menuntut stamina fisik yang tidak main-main. Ribuan jemaah, termasuk yang berusia lanjut, harus mampu bergerak dalam kondisi cuaca Makkah yang ekstrem — suhu bisa menembus 45 derajat Celsius di siang hari.
Itulah mengapa imbauan untuk menghemat energi sejak sekarang bukan hal sepele. Jemaah yang kelelahan sebelum Armuzna dimulai berisiko tidak mampu menuntaskan rukun haji secara sempurna, atau bahkan menghadapi gangguan kesehatan serius di tengah kerumunan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia.
Kementerian Haji dan Umrah berharap seluruh jemaah Indonesia bisa memanfaatkan waktu sebelum Armuzna dengan istirahat yang cukup, menjaga asupan makanan dan cairan, serta menghindari paparan panas berlebih di luar ruangan.
Dengan persiapan matang dan kondisi tubuh yang terjaga, jutaan langkah menuju kesempurnaan haji bisa ditempuh dengan penuh khidmat — dan jemaah pun bisa pulang ke Tanah Air membawa predikat haji yang mabrur.
FAQ
Apa itu fase Armuzna dalam ibadah haji? Armuzna adalah singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina — tiga lokasi utama tempat berlangsungnya puncak ibadah haji, termasuk wukuf, mabit, dan lempar jumrah.
Mengapa jemaah haji diimbau menghemat energi sebelum Armuzna? Karena fase Armuzna menuntut stamina fisik tinggi dalam kondisi cuaca ekstrem. Jemaah yang kelelahan lebih awal berisiko tidak mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah secara optimal.
Berapa jumlah jemaah haji Indonesia yang sudah berada di Arab Saudi? Per 14 Mei 2026, sebanyak 152.724 jemaah reguler dan 10.535 jemaah haji khusus telah berada di Tanah Suci, dengan total lebih dari 390 kloter yang sudah diberangkatkan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.