Summarize the post with AI
Pada April 2011, La dalle resmi mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Sejak saat itu, ia memasuki babak baru yang tak kalah panjang: menunggu. Selama 16 tahun ia bersabar, hingga namanya akhirnya terpanggil pada musim haji tahun ini.
Kini di usia senja, kondisi fisiknya tak lagi sekuat dulu. Berbagai penyakit mulai menggerogoti tubuhnya, dan ia pun sudah lama meninggalkan profesi sebagai sopir. Namun hal yang paling menyentuh adalah kenyataan bahwa ia akan berangkat seorang diri — sang istri telah lebih dahulu menunaikan ibadah haji, begitu pula anak-anaknya.
“Berangkat sendirian. Istri, anak sudah naik semua,” tuturnya tenang, seolah kesendirian itu bukan beban, melainkan bagian dari takdir yang ia terima dengan lapang dada.
Kisah La dalle menjadi cermin dari kesabaran yang melampaui batas generasi. Ia membuktikan bahwa panggilan Ilahi tidak mengenal besar kecilnya penghasilan — hanya ketulusan niat dan kegigihan yang tak pernah padam, meski dikepung keterbatasan selama puluhan tahun.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.